Football Saga Legend, Ikut Football Saga 2 Closed Alpha yuk
May 1st
Pengembangan Football Saga 2 makin dekat dengan titik akhir. Kini sekuel game manajemen sepakbola Football Saga itu memasuki tahap Closed Alpha. Kami mengundang semua Football Saga Legend yang memenuhi syarat untuk mengikutinya.
Closed Alpha adalah tahap sangat penting, di mana kami butuh feedback intensif dari sejumlah tester selektif. Lewat tahap ini kami perlu tahu, adakah perbaikan, penambahan, atau pengurangan fitur yang harus kami lakukan. Harapan kami, saat dirilis, Football Saga 2 memenuhi ekspektasi kalian.
Football Saga 2 Closed Alpha berlangsung sepanjang 15 Mei 2012 – 12 Juni 2012. Legend terpilih akan membantu kami, berupa:
* Memainkan Football Saga 2 secara rutin
* Memberikan feedback (hasil tes, saran, kritik membangun) untuk kami secara rutin
Kalau kalian tertarik mengikuti Football Saga 2 Closed Alpha, berikut kualifikasinya:
1. Pernah memainkan Football Saga dengan level minimal 100
2. Berusia minimal 16 tahun
3. Bisa mengikuti Football Saga 2 Closed Alpha mulai 15 Mei 2012 hingga 12 Juni 2012
4. Bisa memainkan Football Saga 2 sebanyak minimal 2X tiap hari
5. Mau memberi feedback sesuai ketentuan
6. Bisa dihubungi lewat e-mail maupun HP untuk keperluan Football Saga 2 Closed Alpha
Segera kirimkan e-mail ke footballsaga@agategames.com. Cantumkan:
* Nama
* Umur
* Jenis kelamin
* Kota domisili
* Nomor HP yang bisa dihubungi
* Lokasi memainkan Football Saga 2: Rumah, Warnet (sebutkan lokasi dan nama warnet), atau Kantor (pilihan boleh lebih dari 1)
Pertanyaan lebih lanjut silakan kontak footballsaga@agategames.com. Atau lewat kotak komentar di Facebook Football Saga.
Go, Legend! \m/
Announcing Agate on SlideShare and our first Slide :D
Apr 22nd
Sekarang Agate sudah memiliki akun Slideshare dengan nama AgateAcademy. Kami akan memuat semua knowledge share dalam bentuk presentasi di situ. Untuk slide pertama kami adalah tentang hal-hal dasar dalam mempublish sebuah game. Presentasi ini pertama dipresentasikan di acara Free Saturday Lesson di Comlabs ITB, Bandung, Sabtu kemarin (21 April 2012).
Pembuatan game di Android
Apr 2nd
Pada tutorial kali ini, kita akan mencoba memahami dasar dari pengembangan game di Android.
Jika pada J2ME, kita akan berkutat pada MIDlet. Pada Android kita akan lebih mengenalnya dengan Activity. Activity dapat diibaratkan seperti card, setiap card menggambarkan suatu screen, jika kita pergi ke screen lain maka activity tersebut akan disimpan dengan metode stack. Dengan kata lain, jika kita memiliki 3 activity A, B, dan C, jika kita membuka A lalu membuka B kemudian C, maka ketika kita menekan tombol back, activity B yang akan aktif.
Canvas pada Android SDK, dapat kita buat dengan menggunakan SurfaceView. Dengan menggunakan SurfaceView, kita dapat override fungsi dari onDraw(). Untuk dapat menggunakan SurfaceView, kita gunakan inheritance kepada file yang ingin di inherit.
Lalu file yang dibutuhkan terakhir adalah class yang meng-inheritance class Thread. Disini kita akan menyimpan game loop dari game kita. Nanti di dalam game loop, kita akan memanggil SurfaceView yang telah kita buat sebelumnya. Sehingga kita dapat membuat beberapa SurfaceView dengan 1 Thread.
Teman – teman dapat mengunduh kerangka dasar dari pembuatan game di Android disini:
1. Tutorial PC Plus – part 1. Kerangka dasar game.
2. Tutorial PC Plus – part 2. Assets
3. Tutorial PC Plus – part 3
Source code lengkap akan disertakan diblog ini setelah 2 minggu keluar sebagai artikel PC Plus.
Experience the game development quest with Agate Studio Internship Program
Mar 14th
One thing you need to do to be a game developer
Jika ada satu saran yang perlu diberikan untuk semua orang yang ingin belajar game dev, itu adalah “Cobalah membuat game sendiri”. Karena pengalaman memang adalah guru yang paling baik. terutama di pembuatan game. Kenapa? Salah satunya karena kita jadi bisa merasakan langsung dari sudut pandang developer, proses pembuatan game itu seperti apa. Proses pembuatan game akan sama sekali berbeda dilihat oleh seorang developer dan seorang gamer yang memiliki banyak sekali ide untuk membuat game yang ‘bagus’.
We learnt it the hard way
Selama perjalanan Agate selama 2 tahun 11 bulan ini, banyak sekali pelajaran yang kami dapat dari pengalaman membuat berbagai game di berbagai platform, baik yang berhasil atau gagal. Salah satu yang saya ingat adalah pengalaman kami membuat game pertama kali sebagai Agate Studio. Di awal Agate Studio berdiri, dengan jumlah orang yang cukup banyak kami mencoba masuk ke pasar Flash game.
Dengan pengetahuan seadanya tentang Flash gaming, kami langsung membuat tim-tim kecil yang masing-masing membuat game Flash yang berbeda. Tepatnya tujuh game yang berbeda. Mungkin karena sebagian besar dari tim Agate memainkan Flash game sebagai pengisi waktu luang, dan karena pengalaman terakhir kami membuat game adalah game bertipe arcade, Ponporon, akhirnya sebagian besar Flash game yang kami buat itu bertipe arcade game. Tipikal arcade game yang sekali tamat selesai.
Setelah berbulan-bulan menyelesaikan game-game tersebut, dan berbulan-bulan berikutnya berusaha menjual game-game itu ke sponsor Flash game, hasilnya hampir nihil. Sebagian besar tidak terjual.
Beberapa waktu setelahnya kami baru tahu, kalau ternyata tipe Flash game yang disukai oleh para sponsor Flash game adalah yang memiliki replay value yang tinggi, dengan kata lain yang bisa membuat orang datang lagi dan lagi ke website mereka dan membuat traffic ke website sponsor semakin besar.
Kegagalan menjual game itu menjadi pengalaman yang sangat berharga dan menjadi pertimbangan setiap akan membuat game, bahkan bukan hanya untuk Flash game.
Internship opportunity at Agate Studio
Bagaimana jika kamu tidak ada tim untuk mencoba membuat game sendiri? Tapi kamu ingin belajar dan mendapatkan pengalaman lansgung membuat game. Salah satu opsi yang dapat kamu lakukan adalah dengan mengikuti program magang atau kerja praktek di Game Development Studio yang sudah ada. Dengan melakukan magang seperti itu, kamu akan dapat terjun langung ke industri game, membuat game yang akan rilis ke pasar.
Agate Studio adalah salah satu Game Development Studio yang menerima program magang. Bahkan 6 bulan saat baru berdiri Agate Studio sudah menerima teman-teman yang ingin magang, baik karena kewajiban dari kampus atau bedasarkan keinginan untuk belajar game dev.
Untuk teman-teman yang tertarik untuk magang di Agate Studio, syaratnya minimal magang dilakukan selama 2 bulan penuh. Alasannnya sederhana, karena kami ingin teman-teman yang magang mendapat pengalaman membuat game dari awal sampai akhir. Selama 2 bulan itu teman-teman akan diperlakukan seperti crew tetap Agate, dan akan diikutsertakan di setiap acara crew Agate seperti Game Time dan Futsal rutin.
Tertarik untuk magang di Agate Studio? Atau ingin tahu lebih lanjut tentang program magang ini? Kirim email ke careers[at]agatestudio[dot]com. Jangan lupa beritahu kapan kalian berniat melakukan magang agar bisa kami sesuaikan jadwalnya
Tunggu apa lagi? Start making your game, start living your dream, now!
Hasil Survey Gamer Indonesia – Februari 2012
Feb 29th
Pada bulan Januari yang lalu, Agate Studio membuat survey untuk gamer-gamer Indonesia, kami ingin mencari tahu selera gamer Indonesia dan kebiasaan mereka dalam bermain game. Setelah lebih dari 1200 gamer mengisi survey di link ini, kami ingin berbagi hasil yang kami dapat dari survey tersebut agar dapat dimanfaatkan untuk kemajuan industri game di Indonesia
Berdasarkan survey ini, genre RPG, Strategi, dan FPS adalah genre-genre game favorit, sedangkan musik adalah genre yang kurang disukai sebagian besar gamer. Sebagian besar gamer bermain di rumah dan platform gaming terbesar masih desktop PC. Untuk hasil survey secara lengkap bisa dilihat di bawah ini:
- Genre game favorit






5 Recent Comment