Djarum Super Smash : Pusat Perhatian Pencinta Badminton

PT Agate International  (Agate) bekerja sama dengan PT Djarum menghadirkan “Djarum Super Smash” games. “Djarum Super Smash” merupakan serious games dengan badminton sebagai gameplay. “Djarum Super Smash” ini berhasil menarik minat pengunjung event BCA Indonesia Open 2014 dan Audisi Umum Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum 2014.

Berawal dari perkenalan di akhir 2013, pembicaraan antara tim Agate Level Up dan PT Djarum berlanjut pada diskusi mengenai kerjasama yang terjalin di awal 2014. PT Djarum berusaha membawa kepada masyarakat lima bakti Djarum Foundation, yang salah satunya merupakan bakti olahraga, melalui Djarum Beasiswa Bulutangkis. Bakti olahraga melalui Djarum Beasiswa Bulutangkis ingin dibawa PT Djarum dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima. Agate kemudian membawa “Djarum Super Smash” sebagai solusi.

Event bergengsi badminton BCA Indonesia Open 2014 pada 17-22 Juni 2014, di Jakarta dan Audisi Umum PB Djarum pada 5-6 September 2014, di Kudus Jawa Tengah menjadi pilihan “Djarum Super Smash” hadir dan meramaikan booth PT Djarum. Ribuan pengunjung di segala usia bersemangat mencoba memainkan “Djarum Super Smash”.

1 Antrian yang Panjang di Indonesia Open 2014

Menurut Shieny, Guild Master Agate Level Up, juga menuturkan adanya antrian yang cukup penuh sepanjang waktu di event-event tersebut. Booth pun semakin ramai ketika kedatangan Liliyana Natsir, atlit Badminton terbaik dunia, memainkan “Djarum Super Smash”.

 c

Liliyana Natsir, sedang memainkan Djarum Super Smash.

Liliyana Natsir adalah salah satu pemain double badminton terbaik di dunia.

 Edi, sebagai main programmer dari Djarum Super Smash, merasa senang dapat melihat langsung reaksi orang yang bermain Djarum Super Smash, “Jadi keringat dan darah yang digunakan untuk nge-develop gamenya bisa terbalas dengan senyum dan tawa orang yang main gamenya”

Edi pun kemudian melanjutkan cerita,  “Ada Bapak-Bapak yang semangat banget main gamenya, sampe-sampe setiap mau mukul hampir mengenai layar tv, padahal lawannya anak kecil doang.”

Sekalipun Edi mengakui sempat mengalami kendala teknikal ketika awal event, tapi event dinilai lancar. “Panitia event cukup kooperatif, jadi kalo ada apa-apa cepet ngebantunya,” ujar Edi. “Djarum Super Smash” pun berhasil mendatangkan pemain setia, yaitu yang datang untuk bermain setiap hari.

 1

Adik-Kakak yang Berebut untuk Bermain Djarum Super Smash

 

Shieny menambahkan, “Sebetulnya sebagian besar masih ingin bermain lebih lama, namun karena antrian panjang jadi harus bergiliran. Mungkin ke depannya, jika bisa kita sediakan lebih dari 1 game, bisa lebih menyenangkan.”

Seru yaa! Well Done, Agate!

Djarum Super Smash : Sensasi Bermain Badminton yang Beda!

Seiring dengan berkembangnya industri game di tanah Air, PT Agate International melalu Agate Level Up semakin memantapkan diri pada area bisnis Serious Game. Serious Game, jika menurut Nick Luppa dan Terry Borst pada bukunya yang berjudul “End-to-End Game Development: Creating Independent Serious Games and Simulations from Start to Finish.” adalah games yang dirancang untuk :

1. Perpindahan dan peningkatan pengetahuan dan kemampuan ke pemain games
2. Teknik persuasif yang ditujukan untuk merubah sikap sosial maupun personal, termasuk games yang bertujuan untuk mempromosikan, memasarkan, hingga merekrut.
Forrester Research mendefinisikan secara luas, Serious Games sebagai “penggunaan games dan dinamika games untuk tujuan non-entertainment.”

Agate sendiri sudah bekerja sama lebih dari 30 perusahaan untuk membantu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan di perusahaan-perusahaan tersebut melalu games. Salah satu serious games yang di develop adalah “Djarum Super Smash” games.

PT Djarum mempunyai Program Djarum Beasiswa Bulutangkis sebagai bentuk bakti olahraga Djarum Foundation. Pada event Indonesia Open 2014, PT Djarum berkeinginan untuk menarik banyak orang, dengan cara yang inovatif dan menyenangkan, untuk menghampiri booth sebagai upaya edukasi kepada masyarakat tentang 5 bakti Djarum Foundation, salah satunya adalah bakti olahraga yaitu Djarum Beasiswa Bulutangkis.

Agate kemudian menghadirkan Djarum Super Smash, sebagai game badminton yang menggunakan handphone sebagai raketnya, dan layar TV sebagai lapangannya.

Liliyana Natsir, sedang memainkan Djarum Super Smash. Liliyana Natsir adalah salah satu pemain double badminton terbaik di dunia.

Agate mengambil badminton sebagai gameplay dikarenakan tujuannya untuk pameran PT Djarum di Indonesia Open dan kompetisi-kompetisi badminton lainnya.

Sebelum Djarum Super Smash, Agate pernah membuat game badminton juga bernama Smash Mania. Pada game Smash Mania, pemain mengayunkan raket untuk bermain badminton, namun pemain tetap harus melihat layar handphone untuk mengecek kapan harus memukul kok (Shuttlecock). Game ini hadir di Indonesia Bermain 2011, dan sempat dimainkan oleh Wagub Jawa Barat kala itu, Dede Yusuf.

c

Wakil Gubernur Jawa Barat 2008-2013 Dede Yusuf memainkan Smash Mania di Event Indonesia Bermain 2011

“Dari sini kita belajar bahwa ide mengayunkan handphone untuk menjadi raket adalah ide yang baik, namun kita butuh media lain yang lebih baik untuk menyajikan tampilan lapangannya. Idenya ialah menggunakan monitor besar sebagai lapangannya. Jadi kita seperti main console saja, namun controllernya menggunakan handphone,” jelas Valentinus RK, akrab disapa Valent, yang merupakan produser dari tim developer.

Dengan berkembangnya teknologi, pada Djarum Super Smash teknologi yang digunakan pun menjadi bervariasi. Djarum Super Smash menggunakan sebuah komputer yang terhubung dengan dua buah smartphone melalui koneksi wifi. Untuk mendeteksi pergerakan tangan, digunakan teknologi Gyroscope yang disimulasikan menjadi ayunan raket di dalam gamenya. Gyroscope sendiri adalah alat yang dapat mengukur atau menjaga orientasi, berdasar pada prinisip angular momentum di fisika.

c

Ketika membeli handphone untuk keperluan testing, Valent mempunyai cerita sendiri, “Waktu itu kita beli smartphone untuk keperluan development sebanyak 4 buah. Jadi, ketika di toko hp itu saya berasa seperti juragan. “Teh, mau beli hape, empat!” hahaha…” Selain itu, menurut Valent pada proses rekaman suara suporter bersama Mas Satriyo dari Simfonia pun juga seru. Teman-teman Agate dikumpul di satu tempat lalu direkam suara khas suporter yang persis seperti “Huuuu” “Yaaak” layaknya pertandingan badminton di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Proses pembuatan game “Djarum Super Smash” cukup singkat, dan teknologi yang dipakai oleh game cukup banyak. Oleh sebab itu, menurut Valent, masih banyak yang harus diperbaiki dari sisi game engine hingga kapabilitas teknisnya. Sekalipun begitu, Djarum Super Smash mempunyai realisasi ide yang cukup sempurna, dan dapat menghadirkan experience bermain badminton yang berbeda dari biasanya, yaitu menggunakan handphone sebagai controller-nya. Suara Suporter yang direkam juga menambah perasaan seperti sedang bermain badminton di stadion.

Developer dari Djarum Super Smash ada Edi sebagai main programmer, Saepul sebagai supporting programmer, Titus, mahasiswa internship Agate saat itu, sebagai Artist, yang dibantu juga oleh Habli dan Tama. Untuk music dan sound effect, ada Mas Satriyo, dan beberapa crew Agate lainnya yang membantu proses perekaman sound effect.

[FAQ] Merekrut di masa awal startup

Ini adalah artikel FAQ atau Frequently Asked Questions, di mana kami menjawab berbagai pertanyaan yang sering kami terima di Agate Studio

Pertanyaan kali ini dari Maulana Ilham:
"Saya adalah mahasiswa yang saat ini sedang berusaha untuk merintis usaha di bidang pariwisata.

  1. Bagaimana cara Agate studio mencari dan merekrut orang-orang yang berbakat dibidangnya (terutama di bidang IT dan kreatif) pada masa awal pendirian Agate? Apalagi orang-orang tersebut mau untuk digaji dibawah standar industri.
  2. Kemudian bagaimana juga cara Agate meyakinkan para karyawan untuk tetap bekerja maksimal meskipun kondisi perusahaan sedang terpuruk dan tidak menentu?"

Membangun suatu usaha bukan perkara mudah, apalagi yang membutuhkan banyak skillset yang berbeda atau multidisiplin. Pembuatan game misalnya, membutuhkan programmer, artist, game designer, composer, dan producer. Semakin rumit game yang dibuat, semakin banyak juga jumlah orang yang dibutuhkan dalam tim.

Pengalaman Agate Studio

Founder Agate sepakat untuk membangun Agate Studio karena memiliki keinginan yang sama untuk membuat game dan bekerja di industri game development. Keputusan untuk membangun studio baru disebabkan karena pada tahun 2009 hanya ada satu atau dua studio game yang cukup besar, dan tidak ada satupun yang bisa menerima belasan orang langsung untuk bekerja.

Dalam setahun pertama Agate Studio dijalankan, kami berhasil bertemu beberapa orang yang memiliki minat yang sama dan akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Agate Studio. Jumlah tim Agate Studio terus berkembang sampai akhirnya pertengahan tahun 2014 ini kami memiliki lebih dari 50 crew.

Merekrut atau mencari teman?

Ilham bertanya tentang cara merekrut orang di masa awal pendirian Agate. Pada dasarnya kami mencari orang-orang yang memiliki minat yang sama dengan para founder Agate. Kami membuat pengumuman di forum GDI bahwa kami adalah studio baru di Bandung sedang mencari orang yang tertarik bergabung. Kami secara terbuka bilang bahwa kami belum bisa membayar gaji 3 bulan masa percobaan (dan gaji setelah lulus masa percobaan juga masih kecil).

Posting lowongan pertama Agate Studio

Thursday, 09 July 2009, 22:37:53

We're from Agate Studio, Start-Up Game Developer Studio di Bandung.
Looking for passionate & motivated talent for Game Industry.
Jadi…., kalau kamu adalah:

  1. Mahasiswa yang berdomisili/sedang tinggal di Kota Bandung
  2. Doyan nge-Game (games apapun… ****** juga…)
  3. Memiliki keinginan kuat untuk bekerja di bidang game development: Kamu (pernah) punya mimpi untuk membuat game sendiri? Saatnya menjadikan hobi dan mimpi itu sebagai aset yang dapat memberikan penghasilan buat Kamu!
  4. Mau bekerja volunteer minimal 30 jam per minggu selama 2-3 bulan trial period (pake kontrak). Setelah itu? You're the man of Game Industry! Dapat dipastikan Kamu memiliki potensi besar di bidang ini!
  5. Memiliki integritas tinggi dalam tim dan perusahaan, dan punya motivasi tinggi dalam mengembangkan perusahaan.
  6. Punya keinginan kuat untuk mempelajari tools baru. There'll be a bunch of game-dev tools you're gonna learn and that would make you powerful.
  7. Punya notebook yang dapat dipakai untuk bekerja di kantor. (Mohon maaf nih, krisis komputer… kecuali mau bedol desktop sih kita ok2 aj :D )

Share your dreams with us, and be the survivors of the future!
And of course,… We offer:

  1. Agate menjamin kalian akan mendapatkan pengalaman penuh suatu game development process
  2. Agate akan menjamin pemberian training, sharing dan bahkan bimbingan personal langsung untuk segala pengetahuan/skill yang dibutuhkan selama pengembangan game
  3. Actually yang dimaksud volunteer adalah tidak digaji, namun Agate akan mengganti segala pengeluaran produksi, seperti ongkos transport dkk, dan juga menyediakan beberapa fasilitas di kantor serta beberapa hiburan… baik siang maupun malam….
  4. Jika masa Trial Period berjalan dengan baik, Agate akan memperbaharui kontrak dan tentu saja, kali ini diberikan insentif gaji sesuai kontrak.
  5. You become proudly member of Agate's Team :D .. (mau tau how proudly that are? gabung dulu XD)
  6. [tambahan dari HRD], kami akan senantiasa membuat anda tertawa…

Sebenarnya kami berusaha tidak menggunakan kata rekrut di masa-masa awal, karena merekrut identik dengan kontrak kerja dan gaji. Baru setelah kami bisa menggaji dengan nilai yang sesuai standar, baru kami mulai aktif merekrut crew.

Bisa jadi yang kamu perlu lakukan di masa awal adalah mencari teman/co-founder, bukan merekrut orang. Sudah pasti caranya akan berbeda dengan membuka rekrutmen biasa, karena motivasi seseorang untuk menjadi founder atau menjadi karyawan itu berbeda:

  • Keuntungan seseorang untuk menjadi seorang founder adalah kesempatan berkarya dan mewujudkan idenya menjadi nyata. Kalaupun ada reward materi/finansial, baru bisa didapat dalam jangka waktu yang cukup panjang.
  • Keuntungan seseorang untuk menjadi seorang karyawan atau anggota tim dalam studio adalah berkarya di kondisi yang lebih pasti. Reward materi/finansial untuk karyawan lebih pasti dan sudah didapat dalam jangka pendek.

Tantangan terbesar untuk suatu perusahaan baru untuk merekrut adalah karena calon karyawan pasti akan membandingkan tawaran kerja perusahaan kita dengan perusahaan lain:

  • Sistem kerja
  • Nilai gaji
  • Benefit-benefit lain yang ditawarkan perusahaan

Mencari di mana

Kalau begitu, bagaimana kita mencari orang-orang yang memiliki minat yang sama dan yang bisa diajak membangun startup?

Tempat pertama yang bisa kita datangi untuk mencari orang-orang dengan minat yang sama adalah komunitas atau grup. Media yang digunakan berbagai komunitas akan berbeda-beda, untuk game dev bisa forum seperti GDI (jaman dulu), Facebook seperti GDI (jaman sekarang), atau mungkin justru komunitas offline seperti Cimahi Creative Association.

Tempat kedua yang bisa didatangi adalah event-event developer, baik lomba atau seminar. Contoh untuk bidang game development adalah event coding 24/48 jam seperti Hackathon atau Game Jam, atau event gathering seperti Game Dev Gathering.

Tempat lain yang bisa dicoba adalah komunitas-komunitas yang berhubungan secara tidak langsung dengan bidang kita, misalnya dalam kasus game development kita bisa cari komunitas yang menyukai budaya visual modern seperti anime, atau manga karena cukup berhubungan dengan game. Sebagian founder Agate awalnya saling kenal dari Unit Kegiatan Mahasiswa budaya visual modern bernama Genshiken di ITB.

Mencari siapa

Orang seperti apa yang perlu kita cari?

Untuk membuat sebuah startup, setidaknya ada tiga peran yang perlu dipenuhi:

  • Hacker (developer)
    Orang ini fokus untuk membuat produk dari sisi teknis, apapun bidang startupnya.
  • Designer
    Orang ini fokus untuk membuat desain yang menarik, bukan hanya produk tapi juga branding startupnya.
  • Hustler (business)
    Orang ini bertugas mengerjakan hal lain yang diperlukan suatu bisnis, mulai dari aspek finansial, marketing, customer service dan lain-lain.

Cara Alternatif

Cara lain yang mungkin bisa dilakukan adalah memulai startup kamu dengan tim yang ada saat ini, lalu membuka lowongan untuk magang. Atau langsung bekerja sama dengan startup lain yang memiliki skillset yang kamu butuhkan.

Menyikapi kondisi perusahaan yang sedang turun

Bagaimana juga cara Agate meyakinkan para karyawan untuk tetap bekerja maksimal meskipun kondisi perusahaan sedang terpuruk dan tidak menentu?

Sejak awal Agate Studio berdiri, kami memilih sistem monthly payroll atau gaji bulanan. Sebagai perbandingan, startup bertipe software house yang mengerjakan proyek dari pihak lain ada yang menggunakan kebijakan bagi hasil, maksudnya crew baru akan dibayar setelah project dibayar oleh klien. Model kedua ini tentunya akan sangat rawan, terutama untuk crew yang sudah memiliki tanggungan seperti biaya hidup atau membiayai anggota keluarga lain.

Dengan sistem payroll rutin, Agate berusaha agar pemasukan crew cukup pasti. Saat kondisi perusahaan turun, misalnya karena klien terlambat dalam membayar proyek, kami harus tetap membayar gaji bulanan tersebut, agar kehidupan sehari-hari para crew tidak terganggu. Yang perlu diperhatikan adalah, jika keuangan perusahaan tidak cukup, artinya tanggung jawab owner atau manajemen untuk mencari akal bagaimana agar payroll tetap berjalan sesuai jadwal. Contoh tindakan yang pernah kami lakukan di masa awal Agate Studio:

  • Menunda gaji beberapa founder agar uang yang ada bisa dipakai untuk membayar gaji crew
  • Melakukan pinjaman (misalnya ke Bank) agar bisa menggaji tepat waktu

Itu adalah konsekuensi membangun usaha sendiri yang mungkin tidak diketahui orang sebelum akhirnya mengalami sendiri saat membangun usaha. Tapi jangan membuat hal ini mematahkan semangat kamu, jauh lebih banyak hal positif yang terjadi saat kamu mengambil tindakan untuk mengejar mimpi kamu. :D

Untuk yang ingin membangun usaha sendiri seperti Ilham, semangat! Kalau mau bertanya ke Agate bisa via email ask@agatestudio.com.

Untuk yang ingin terjun ke industri game, kenapa tidak bergabung dengan Agate Studio? Kami selalu membuka lowongan untuk developer game.

« Older Entries