The Winner of Indonesia Young Women Future Business Leader 2014 Goes to… Shieny Aprilia

Salah satu founder Agate Studio dan GM Agate Level Up Shieny Aprilia berhasil mendapatkan penghargaan tertinggi di Indonesia Young Women Future Business Leaders 2014 oleh majalah SWA.

Indonesia Young Women Futures Business Leaders (IYW-FBL) adalah sebuah ajang pencarian pemimpin bisnis wanita masa depan yang visioner, memiliki terobosan cerdas, kreatif, dan inovatif. Pada IYW-FBL 2014, 12 finalis terjaring dan berkompetisi untuk mendapatkan penghargaan tertinggi ini. Shieny pun diharuskan melalui beberapa tahap.

Setelah IYW-FBL dibuka, Shieny mengirimkan paper berisi langkah-langkah visioner dan terobosan dalam bisnis PT Agate International yang dilakukan oleh Shieny untuk menjadi pemimpin bisnis yang andal dan membawa perusahaan menjadi tiga besar di industrinya di Indonesia, serta melampirkan CV dan track record karier. Setelah itu dilakukan penjurian dari paper, CV, dan track record karier sebagai penjurian tahap I. Penjurian tahap II, Shieny beserta 11 finalis lainnya melakukan presentasi di depan Dewan Juri, dan hasilnya, Shieny Aprilia menang! Yey!

Berikut ini cuplikan artikel di Majalah SWA untuk edisi 10-23 April 2014, halaman 68 s.d 71

Image

Image (2)

Image (3)

Image (4).

Yey, congratulations Shieny!

Developer Economics : Mobile Developers Mindshare

Tahun 2013 adalah tahun duopoli Android dan iOS. Android mencapai 81% penjualan smartphone di Q3 2013. Survey dengan 7.000 developer ditemukan bahwa Android menjadi target mobile platform sebanyak 71%. Untuk bisnis digital yang menargetkan masyarakat luas sebagai pasar, menggunakan Android adalah menjadi keharusan. Sekalipun secara pendapatan finansial dari download langsung masih di belakang iOS, pengguna Android yang berjumlah besar adalah alasan cukup baik untuk berinvestasi dengan platform ini untuk semua segmen developer.

iOS menjadi target untuk pengembangan mobile platform menurun dari 57% ke 55%. Walaupun begitu, iOS memberikan pilihan monetasi lebih baik untuk developer dan ini dapat dilihat dari stabilitas iOS menjadi target mobile platform.

Mobile Developer Mindshare

Developer menggunakan teknologi HTML5 untuk berbagai penggunaan : untuk develop mobile website, web apps,  hybrid apps, atau native aps. HTML5 dapat digunakan sebagai teknologi untuk platform on-browser dan off-browser dengan tool seperti PhoneGap, Appcelerator, Firefox OS dan iOS.

Pada survey ini, dipisah penggunaan HTML5 untuk platform seperti mobile website atau web-apps dan penggunaan HTML5 untuk hybrid apps dan native tool. Hasilnya, untuk platform sebesar 37% dan 15% untuk penggunaan selain platform.

Penggunaan HTML5 lebih karena kemajuan teknologinya. Dari segi ekosistem, HTML5 masih banyak kekurangan. Kekurangan itu diantaranya dari segi distribusi, retail, dan jasa monetasi di app store skala besar. Selain itu tingkat performa yang kurang dibanding native, kekurangan pada akses hardware API, tools yang tidak matang, dan kurangnya level fragmentasi pada lingkungan browser. Namun, dampak-dampak ini dirasakan bergantung pada rute yang dipilih dalam development.

Developer memilih Windows Phone untuk platform juga semakin banyak, mengikuti sinyal positif dari pasar selama dua quarter terakhir. Microsoft memegang 26%, masih di bawah iOS, namun Microsoft sudah bisa melakukan klaim bahwa lebih dari satu quarter Windows Phone sudah secara aktif menjadi target untuk mobile platform.

Device yang murah dan Metro UI yang bagus cukup menarik customer membeli Windows Phone. Namun, untuk bersaing dengan iOS maupun Android, Microsoft membutuhkan usaha lebih agar kualitas dan kuantitas apps yang tersedia di Windows Store membaik. Sejak platform Microsoft rilis, Microsoft sudah menarik perhatian developer. Dibandingkan dengan penjualan global Android yang mencapai 81% di Q3, Microsoft hanya mendapatkan 4% penjualan global. Dengan akuisisi Nokia di belakangnya, Microsoft harus belajar kembali dari kompetitor Cina dan Korea.

Berbeda dengan Microsoft, untuk Blackberry hanya tinggal cerita sedih. Setelah rilis BB10 di bulan Maret 2013, Blackberry telat mengubah arah setelah melihat penjualan handset turun dari quarter ke quarter. Saham menurun dan device banyak tidak terjual. Blackberry kemudian lebih focus pada handset bisnis, menggunakan Taiwan’s Foxconn sebagai outsource produksi dan memosisikan diri sebagai pemberi jasa mobilitas enterprise daripada pembuat handset. Blackberry hanya menempati 5% sebagai platform target bagi developer.

Mobile Platform Winner & Losers 

Sejumlah 14% developer merencanakan untuk menggunakan platform Firefox OS. Mozilla saat ini bertujuan untuk membantuk sebuah pusat ekosistem apliikasi di sekitar HTML5, dengan menambahkan fitur ekosistem dan kapabilitas yang sebelumnya tidak ada : web app discovery, distribusi, dan monetisasi. Hal ini menarik perhatian developer, namun Mozilla juga harus memerhatikan untuk mendapatkan pengguna agar mendapatkan feedback positif yang memberikan platform bertahan di pasaran. Handsets yang menggunakan Firefox OS sekarang tersedia di 13 negara di Eropa dan Amerika Latin, namun dengan penyebarannya yang cukup pelan.

Sementara itu, Mozilla juga sibuk merekrut partner baru, tidak hanyak di device mobile, tetapi juga dengan smart TV seperti Panasonic.

Perencanaan Mid-Term Mozilla juga melibatkan platform tablet, yang berkerja sama dengan Foxconn sebagai developer dan VIA sebaga produsen chipset.

Mozilla bermaksud untuk membangun momentum dan mengambil keuntungan dari HTML5 untuk menciptakan ekosistem app yang menjangkau lebih luas dari mobile dan layar.

Platform lain adalah Tizen. Tizen diindikasikan masih harus menempuh jalan yang panjang untuk menjadi penggunaan mainstream oleh developer. Samsung mengumumkan bahwa tidak ada device yang dirilis di US dalam 2014. Pada saat yang sama, NTT DOCoMo yang merupakan partner kunci dalam project Tizen, menunda untuk merilis di Jepang. Jepang merupakan salah satu kunci target dari perilisan Tizen.

Ubuntu tidak berhasil mendapatkan 32 juta dolar Amerika pada crowdfunding di Indiegogo. Hal ini akan berdampak pad Ubuntu Edge. High-end device ini akan dilipat gandakan fungsinya sebagai desktop ketika terhubung dengan monitor eksternal dan keyboard, memberikan pengalaman konvergensi desktop/mobile. Secara bersamaan, Ubuntu Touch dan Ubuntu mobile OS secara terus menerus disempurnakan dan versi awal untuk developer sudah tersedia,

Jolla Sailfisih OS, berdasar Meego, merupakan upaya Nokia untuk membangun generasi OS berikutnya, telah merilis dan siap di pesan di angkatan pertama produksi. OS tersebut dapat menjalankan aplikasi Android, dan dapat menjalankan spesifikasi hardware seperti Android. Ketika OS mungkin populer dengan antusiasme, membangun momentum yang cukup untuk bertahan di duopoly membutuhkan uang marketing yang banyak seperti Microsoft ke Windows Phone. Sayangnya, Jolla tidak.

Pada perubahan Google Play akhir-akhir ini, diragukan platform seperti Jolla dan Ubuntu yang bergantung pada Ekosistem Aplikasi Android, akan mempengaruhi ekosistem ini di mid-long term.

Google telah memindahkan 10 juta aplikasi dan APIs, sehingga aplikasi Android yang bergantung pada Google App tertentu dan APIs – termasuk kalender, lokasi, peta, push notification, sinkronisasi dan autentikasi akun – tidak akan berjalan langsung pada versi lain dari Android, kecuali memang sengaja dibuat untuk versi lain tersebut.

Sumber : http://www.developereconomics.com/reports/q1-2014/

Exer-Gaming

Semakin berkembangnya inovasi dari game console membuat cara berolahraga tidak lagi sama. Disebut exer-gaming yaitu berolahraga menggunakan video game yang membuat seluruh badan kamu bergerak.
Pada tahun 1980-an, Autodesk menciptakan HighCycle dan Virtual Racquetball. HighCycle merupakan latihan menggunakan sepeda yang membuat pemain seolah bersepeda di area virtual. Untuk Virtual Racquetball mendeteksi posisi dan orientasi raket yang sebenernya yang digunakan untuk memukul bola virtual. Racquetball memungkinkan dua orang bermain bersama dengan menggunakan saluran telepon.
Penemuan ini disusul oleh Atari Puffer (1982). Atari Puffer merupakan olahraga menggunakan sepeda yang tersambung pada Atari 400/800 atau 5200. Atari Puffer menggunakan pedal dan tambahan tuas.

Atari Puffer

Atari Puffer, Exer Game Tahun 1980-an

Nintendo juga sempat mengeluarkan Power Pad.

Berikutnya pada tahun 1986, Computrainer di rilis. Computrainer di desain sebagai alat untuk latihan dan motivasi. Saat itu Computrainer berharga terlalu tinggi untuk menjadi permainan di rumah, namun cocok jika digunakan oleh atlit professional.

computrainer

Tampilan Computrainer

Masuk ke tahun 1990-an, terdapat ketertarikan pada aplikasi teknologi “virtual reality” sebagai peralatan canggih berolahraga. Life Fitness dan Nintendo bekerjasama mengeluarkan Exertainment System, Netpulse mengeluarkan system yang memungkinkan pengguna dapat mengakses internet ketika berolaharga, Fitlinxx mengeluarkan alat menggunakan sensor yang dapat disambungkan dengan alat pengukur berat untuk memberikan masukan otomatis ke pengguna. Tectrix VR Bike juga dirilis oleh CyberGear Inc pada masa ini.

Tetrix VR

Tetrix VR, Menjawab Animo High-End Gym Equipment

Masa itu, alat-alat tersebut tergolong mahal. Selain itu terdapat kesulitan dalam memelihara sehingga cepat rusak. Untuk menggunakan, juga dibutuhkan keahlian tambahan dan seringnya mengintimidasi pengguna jika tidak tahu cara menggunakan.
Tahun 1998, Konami mengeluarkan Dance-Dance Revolution (DDR). DDR dinilai efektif untuk berolahraga dan untuk hiburan. DDR membawa exergaming menjadi populer.

Saat ini, pilihan yang paling populer untuk melakukan exer-gaming ini adalah Wii Fit Plus (Nintendo) dan Xbox 360 Kinect (Microsoft). Tahun 2010, Sony juga mengeluarkan pelengkap konsol serupa yaitu PlayStation Move. Konsol ini menggunakan sensor gerak sehingga ketika kamu bergerak, gerakan kamu akan terlihat pada layar. Sebagai contoh, setiap melakukan langkah atau memukul ketika bermain Rhythm Boxing di Wii Fit Plus, avatar pada layar akan mengikuti.

Menurut jurnal Pediatric Exercise Science, bermain active-video game sama dengan kegiatan latihan fisik seperti berjalan kaki atau mengendarai sepeda. Baru-baru ini American Heart Association bekerja sama dengan Nintendo mempromosikan exer-games agar orang-orang menjadi lebih aktif berolahraga. Game ini adalah cara yang baik untuk orang yang lebih memilih berolahraga di rumah, menurut Rebecca Battista, Ph.D, professor di Department of Health, Leisure, and Exercise Science di Appalachian State University in North Carolina. Aspek kompetitif seperti skor menjadi pemberi motivasi bagi pemainnya.
Pete McCall, juru bicara American Council on Exercise menyebutkan, jika duduk di sofa adalah 0 dan lari marathon adalah 10, exer-game kebanyakan akan mengambil 3 sampai 5 untuk skornya. Olahraga dengan Wii Fit Plus umumnya memberikan olahraga mulai dari ringan hingga sedang. Namun, olahraga seperti tennis dan bersepeda, tentu tidak menjadi olahraga yang ringan. Exer-games yang termasuk ringan seperti Bowling di Kinect Sport.

Berikut ini ada perbandingan Wii Fit Plus dan Xbox 360 Kinect :

WII FIT PLUS

XBOX 360 KINECT

What you need Wii console ($199.99) + Wii Fit Plus Balance Board and game disk ($99.99). (Note: If you have the original Wii Fit, get new games and custom workouts with the Plus disk, $19.99.) Xbox 360 4GB console with Kinect ($299.99). (Note: If you already have an Xbox 360 console, you can buy the Kinect sensor for $149.99.)
Comes with More than 40 different activities, from boxing and skiing to hula-hooping and strength-training. Kinect Adventures, which includes six activities (such as River Rush, in which you navigate rapids, and Reflex Ridge, a kind of obstacle course).
Good for kids? Yes. The graphics are cartoon-like and many of the activities—such as Snowball Fight and Big Top Juggling—are kid-friendly. Yes, if you choose the right game. The ones in Kinect Adventures are all kid-friendly. Kids will also like Kinectimals (sold separately), a treasure hunt.
Good for seniors? Yes. The activities in the balance section are especially useful, as they strengthen your core, which may help preserve your posture and prevent dangerous falls as you age. Bowling (in Wii Sports) is also popular with seniors. Maybe. Some of the games are pretty physically intense, but older adults will enjoy driving games like Joyride and those that focus on strength and toning, like Your Shape: Fitness Evolved (both sold separately).
Best games to break a sweat Island Cycling (on Wii Fit Plus disk); tennis (on Wii Sports disk, which comes with console). We also like the strength-training moves for toning. Kinect Adventures (included) and Dance Central (sold separately). We also like Your Shape (sold separately) for toning.

Nah itu perbandingannya. Berikut ini plus dan minus antara Wii Fit Plus dan Xbox 360 Kinect :

WII FIT PLUS

XBOX 360 KINECT

Plus • Comes with a wide variety of activities (40+), so you don’t necessarily have to buy any extra.• Very easy to set up and navigate the system.• Tests body mass index (BMI) and tracks your progress (how often you play, whether you’ve gained or lost weight, etc.). • No remote, so you don’t have to hold anything while you’re moving.• A wide range of more intense activities is available.• Takes snapshots of you while you’re playing certain games and gives you the option of sharing these online.
Minus • Most activities are very brief, so the only way to get a decent workout is to keep repeating them.• It “talks” too much; voice is kind of annoying and wastes time that we’d rather spend playing.• BMI measurements are used to change the shape of your onscreen avatar (“Mii”), so if you’re overweight it will make you look rounder. (“It made my son cry and he never wanted to play again,” says one staffer.) • Most games are sold separately (and each one is about $50).• Other people or pets in the background may interfere with the sensor.• Not ideal for smaller rooms (you need a minimum of 6 to 8 feet between you and the sensor, but even more space would be better).

 

Bagi anak-anak, Exergaming juga membawa manfaat seperti meningkatkan kesehatan, variasi kegiatan olahraga, dan aktivitas untuk berinteraksi sosial.

Jadi tertarik exer-gaming?

11593-Health-Gaming-Infographic

http://www.fitday.com/fitness-articles/fitness/exercises/the-benefits-of-exergaming-for-kids.html#b

http://en.wikipedia.org/wiki/Exergaming

http://gadgets.boingboing.net/2008/05/15/from-atari-joyboard.html

http://www.womansday.com/health-fitness/everything-you-need-to-know-about-exer-gaming-117616

Valthirian Arc II : Programmer’s Insight Part II

Valthirian Arc II (2) - Copy

Halo! Pada artikel sebelumnya, Tim Clerics sempat membahas Valthirian Arc II dari sisi Programmer Valthirian Arc II Gregorius Soedharmo. Kali ini, giliran Teguh yang berbagi cerita mengenai insight-insight dalam programming Valthirian Arc II.

2

Teguh dalam Valthirian Arc II mengambil role menjadi lead programmer sekaligus programmer. Lead Programmer adalah sebuah posisi yang bertanggung jawab untuk memimpin tim programmer dalam develop sebuah game. Pendelegasian tugas dan memastikan bahwa pekerjaan sesuai timeline dan budget adalah menjadi tugas Lead Programmer. Ketika programmer pemula bergabung dalam tim, Lead Programmer menjadi mentor bagi programmer pemula tersebut.

Menjadi penghubung antara menajemen dan programmer dan memberikan saran dari perspektif programming untuk manajemen adalah beberapa fungsi Lead Programmer dalam manajemen.

Dalam develop Valthirian Arc II, ada dua gameplay utama yaitu bagian Simulasi dan bagian Action. Simulasi adalah bagian manajemen sekolah, sedangkan yang termasuk dalam gameplay Action adalah bagian battle.
“Awal Valthirian Arc II, programmer hanya ada dua. Programmer pertama memegang bagian Simulasi. Programmer kedua memegang bagian Battle. Saya bagian Simulasi.”

Valthirian Arc II (2)

Menurut Teguh, pembagian jobdesc programmer sebaiknya berdasarkan core dari game itu sendiri. Jangan sampai, membagi tugas ala estafet, pengerjaan tugas bergantung pada pekerjaan orang lain. Hal ini akan menyulitkan timeline dari pengerjaan game.

Ketika pembagian tugas didasarkan pada core game, salah satu programmer di core game tersebut tetap harus in-charge dalam proses koordinasi. Jangan sampai terlepas begitu saja, seperti ada dua kepala. Karena akan menjadi sulit ketika kedua core gameplay tersebut digabungkan di akhirnya.

Teguh merasakan betapa dibutuhkan sebuah skill teamwork yang bagus pada Valthirian Arc II ini. Hal ini dikarenakan, Valthirian Arc II adalah sebuah proyek yang cukup besar, sehingga membuat programmer harus sering berkoordinasi dengan Artist hingga Sound Engineer untuk membuat kreasi dalam game. “Programmer tidak hanya terima asset lalu dimasukkan.”

Pengerjaan Valthirian Arc II memakan waktu hingga satu tahun. Bagi Teguh adalah menjadi tantangan bagi seorang Lead Programmer untuk tetap menjaga semangat dalam tim, baik tim programmer maupun tim develop game keseluruhan. Tips Teguh menjaga semangat dalam tim adalah mengerjakan bagian programming yang dapat ditunjukkan dahulu ke seluruh tim, agar tim menjadi tahu bahwa game mengalami progress.

Dari segi teknologi, Valthirian Arc II menggunakan flash dalam proses pembuatannya. Flash dipilih karena dianggap multiplatform untuk game 2D. Saat masa develop, Unity belum begitu dipercaya untuk develop game 2D. Memilih flash menjadi keuntungan sendiri bagi Tim Developer karena tim sempat meralat keputusan dari game yang ditujukan untuk game mobile menjadi game web-based. Perubahan ini diambil dikarenakan optimasi game tidak tercapai ketika game mobile based, game menjadi lambat.

Ketika ditanya tips develop game, Teguh menjawab, bahwa selain harus mempunyai skill programming yang kuat. Konsep OOP juga harus kuat. OOP yang merupakan kepanjangan dari Object-Oriented Programming adalah paradigma programming yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Game yang bersifat dinamis membuat programmer juga sebaiknya mengerti Aljabar dan Ruang Vector. Hal ini dikarenakan programmer harus menentukan seperti kecepatan dan transisi dalam game.

Valthirian Arc II

Jika ingin mendevelop game seperti Valthirian Arc II, pilih prioritas dalam bagian yang perlu di develop. Sebagai contoh pada Valthirian Arc II, ada dua bagian. Simulasi dan Battle. Pilih Battle dahulu, Dalam Battle yang terpenting dikerjakan dahulu adalah karakter dapat jalan-jalan dan memukul monster, sekalipun tanpa efek. Hal ini agar game dapat dilihat hasilnya dengan cepat.

14

Setelah membaca artikel ini, apakah kamu berkeinginan untuk mendevelop game RPG juga?

Sampai jumpa di artikel seru berikutnya!

Jalan

« Older Entries