Fun for Fit : Kolaborasi Game dan Olahraga

Pernah bermain game sambil menggunakan Kinect?

Nah, Kinect baru-baru ini dilibatkan dalam project Agate Level Up dengan perusahaan yang menjual alat kesehatan dari Malaysia bernawa Ogawa. Ogawa mempunyai keinginan untuk menarik calon pembeli pada alat kesehatan mereka bernama eZTone.

Untitled

EzTone ini merupakan alat yang mengeluarkan getaran, dipercaya dapat membantu meluruhkan lemak bandel, dan membantu pembentukan badan tanpa harus berolahraga di luar rumah. EzTone dapat membakar 120 kalori dalam 10 menit.

Untitled

Apabila hanya berdiri selama 10 menit di atas EzTone, pengguna akan cepat menemukan rasa bosan. Agate kemudian menghadirkan game dance, yang dapat dimainkan sambil menggunakan EzTone. Game tersebut bernama Fun For Fit.

Ogawa Banner

Pada pembuatan game Fun for Fit ini, tim Developer Agate dan Ogawa melibatkan instruktur senam dan fitnest untuk membuat gerakan sekaligus merekam gerakan tersebut untuk digunakan dalam game. Perekaman gerakan dilakukan di kantor Ogawa di Jakarta.

“Uniknya, instruktur ini bisa lupa sama gerakan yang mereka ciptain sendiri,” –cerita Restya, produser Fun For Fit.

IMG_4794.

IMG_4839

Gerakan yang diciptakan pada awalnya menggunakan musik yang memang sudah biasa instruktur-instruktur tersebut gunakan. Sesampai di Agate Studio, music di arrangement ulang oleh Agate Simfonia. Menjadi tantangan tersendiri tentunya ketika musik disesuaikan dengan gerakan yang sudah ada.

Hasil gerakan yang diciptakan oleh instruktur-instruktur tersebut membawa program Fun For Fit menjadi lima program gerakan :

- Trial              : durasi  3 menit, tingkat kesulitan rendah

- Dance           : durasi 3 menit, tingkat kesulitan menengah

- Martial arts : durasi 10 menit, tingkat kesulitan rendah. Pada martial arts, ada gerakan seperti fitness, combat dan taichi.

- Aerodance : durasi 10 menit, tingkat kesulitan menengah. Aerodance berisi semacam aerobic dikombinasikan dengan dance.

- Challenge : durasi 10 menit, tingkat kesulitan tinggi. Pada challenge berisi latin dance, hiphop, dan kpop.

Game Fun for Fit ini sempat dihadirkan pada Toys and Games Republic Desember 2014 lalu. Seru bukan olahraga sambil bermain game? :D

Upin & Ipin Demi Metromilenium : Agate Hadir di Karnival Upin & Ipin 2014

Kerjasama Agate Studio dengan Les’ Copaque Production membawa kehadiran Agate pada acara ceremonial karnival Upin & Ipin, Sabtu 22 November 2014. Karnival Upin & Ipin ini sendiri berlangsung selama tiga hari, 21 s.d 23 November, mulai pukul 9 pagi, di Putrajaya Interational Convention Centre (PICC) Putrajaya.

PICC menjadi tempat pilihan Les’ Copaque mengadakan Karnival Upin&Ipin 2014. Sekalipun Les’ Copaque mengadakan Karnival Upin&Ipin setiap tahun, namun Karnival Upin&Ipin kali ini diklaim berbeda dengan yang sebelumnya. Sambutan penggemar Upin&Ipin di Malaysia sangat meriah  dengan penuhnya dua ruangan PICC, yaitu Perdana Hall dan Putra Hall B dengan kapasitas mencapai 7500 orang. Orang tua bersama anak-anak mereka bersemangat mengikuti acara sambil duduk lesehan di depan panggung.

­­Hadir Haji Burhanuddin MD Radzi sebagai Managing Director Les’ Copaque memaparkan kerjasama Les’ Copaque dan rencana kedepannya, sekaligus menyinggung Agate di depan hadirin.

“Persembahan seperti ini hanya dapat disaksikan di Korea atau Amerika Serikat, tetapi kami telah membawanya ke mari, mungkin tak secanggih seperti apa yang bisa kita saksikan di luar Negara, tetapi ini merupakan langkah berani Les’ Copaque untuk menorehkan bidang baru di dalam industri ini. Selain itu Syarikat Les’ Copaque juga telah berjaya berhasil bekerjasama dengan Syarikat Agate dari Indonesia untuk menghasilkan game Upin & Ipin Demi Metromillenium yang telah kami lancar di Google Apps..” – papar Pak Burhan.

Upin & Ipin Demi Metromillenium yang mengambil Endless Run sebagai gameplay ini menyasar ke penggemar Upin & Ipin yang memang mayoritas adalah anak-anak. Oleh sebab itu, game play dipilih yang memang mudah diterima atau dimainkan oleh penggemar Upin & Ipin. 

Pemain yang memainkan game Upin & Ipin Demi Metromillenium ini akan menemukan “robot telur” yang ada pada serial Upin & Ipin Demi Metromillenium. Selain itu, pemain akan merasakan perubahan bentuk karakter Upin & Ipin menjadi robot sebagai bonus stage.

Untuk memainkannya, game bisa diunduh di http://bit.ly/metrobot. Game Upin & Ipin Demi Metromillenium masih berupa soft launch. Oleh sebab itu, developers dari Upin & Ipin Demi Metromillenium masih membuka kesempatan untuk pemain memberikan feedback, dan tentu saja masih ada update menarik di kedepannya.

Selain dengan Agate, Les’ Copaque juga bekerjasama dengan Tsuburaya Productions, Jepang yang berkolaborasi menciptakan Upin, Ipin, dan Ultraman Ribut; develop Mobile Apps Upin & Ipin Playbooks bersama UANGEL, Korea;  dan bekerjama dengan Huawei, China untuk develop mobile apps. Selain game dan mobile apps, Les’ Copaque menyebutkan bahwa ada dua film yang akan diluncurkan, Upin & Ipin Jeng Jeng Jeng dan Upin & Ipin the Movie. Tidak hanya itu, IP Baru Les’ Copaque, yaitu Puteri, diperkenalkan kepada khalayak pada Karnival Upin & Ipin.

Pada Karnival Upin & Ipin 2014, Les’ Copaque sempat kedatangan tamu kehormatan, yaitu Menteri Komunikasi dan Multimedia Sri Ahmad Shabery yang juga meresmikan acara dengan pemotongan kue.

Pada PICC, ada beberapa area pada Karnival Upin & Ipin. Satu panggung Utama, dua area Upin & Ipin, tiga area Puteri (IP Baru dari Les’ Copaque), Empat Area DaDuDiDo (IP Les’ Copaque sebelum Upin & Ipin), lima area booth, dan Hall B untuk pertunjukan khusus. Acara pun disusun sangat padat.

Wah seru sekali ya! Ayo rasakan kegembiraan bersama Upin & Ipin di dalam handphone kamu dengan unduh gamenya ;)

Upin & Ipin Demi Metromillenium : Kolaborasi Agate Studio dengan Animator Malaysia!

Ada yang tidak tahu Upin & Ipin? Masa tidak tahu? Iyaa, yang dua anak kecil berlogat Malaysia yang suka menghiasi stasiun TV nasional itu looh ~~

pic2 (1)

Sekalipun Upin & Ipin sudah dikenal di khalayak luas, namun Les’ Copaque, animator dari Upin & Ipin ini, tidak terlena. Mereka tetap berusaha agar Upin & Ipin ini diterima masyarakat dan pemerintahan Malaysia. Salah satu upaya mereka adalah membuat game Upin & Ipin. Agate Studio kemudian dipilih oleh tim Upin & Ipin untuk bekerja sama dalam pembuatan game ini.

Untuk sampai pada proses development, dilalui dahulu proses brainstorming antara tim Upin & Ipin dan Agate Studio.

“Awalnya waktu itu kita pengen bikin game platformer shooter, karena dari tim Upin Ipin  sudah siap prototypenya. Namun waktu itu Pak Burhan (Managing Director Les’ Copaque –pen) ingin supaya Upin-Ipin lari-lari seperti di Jokowi GO!” jelas Valent yang merupakan produser Upin & Ipin Demi Metromillenium Game

Setelah melalui proses brainstorming tersebut, kemudian disepakati bahwa game yang dihadirkan berupa game endless runner. Tema game pun diambil dari serial animasi mereka dengan judul Upin & Ipin Demi Metromillenium.

screenshot games

Animasi Upin & Ipin Demi Metromillenium ini bercerita Upin & Ipin yang terinspirasi dari Sarjan Husin 3000, serial yang tengah populer. Upin & Ipin berimajinasi menjadi seperti Sarjan Husin yang melindungi kota dari serangan monster jahat. Adegan dalam serial Upin & Ipin dimana Upin & Ipin melawan “Robot Telur” inilah yang diambil dalam game.

Screenshot serial

Pada game, Upin & Ipin berlari tanpa henti sembari menghindari hambatan dan mengambil koin-koin yang tersebar. Semakin banyak koin yang diambil, semakin besar pula score yang diperoleh. Pada score tertentu, Upin & Ipin akan melawan robot telur. Cara melawan robot telur tersebut dengan tap indikator berbentuk lingkaran. Jika bar robot penuh, Upin & Ipin akan dapat memanggil Metrobot Si Robot Besar untuk melancarkan serangan pada robot telur yang bandel. Teman-teman Upin & Ipin seperti Mei-Mei, Jarjit, Mail, Ehsan, dan Fizi hadir juga pada game ini.

Proses development Game Upin & Ipin Demi Metromillenium dibagi dua antara tim Upin & Ipin dan Agate Studio. Bagian seperti Game Design, Game Programming, Sound Effects, Musik, dan User Interface dikerjakan oleh Agate Studio. Sedangkan bagian seperti 3D Art, Voice Act, dan Music dilakukan oleh Tim Upin & Ipin.

Valent menuturkan pengalaman kerjasama dengan Tim Upin & Ipin, “Seru! Kolaborasi dengan tim dari Malaysia cukup mengalami banyak tantangan, terutama dalam hal komunikasi. Karena kita menggunakan skype call saja dan bahasa Inggris, kita mengalami cukup banyak distorsi di komunikasi. Menjelaskan concept dan teknis pengerjaan dengan bahasa Inggris cukup menantang. Untungnya di tim Upin Ipin ada satu orang Indonesia yang terlibat dalam pengerjaan game ini. Jadi akhirnya kita komunikasi pakai bahasa Indonesia. Hahaha..”

Game yang membutuhkan koordinasi tangan dan otak ini ditujukan kepada penggemar Upin & Ipin yang mayoritas adalah anak-anak. Jadi, kamu bisa mengunduh lalu kemudian mengajak sepupu atau adik kecil bermain. Saat ini, game Upin & Ipin Demi Metromillenium sudah bisa diunduh melalui Google Play. Kedepannya, Upin & Ipin Demi Metromillenium akan dirilis juga untuk iOS.

Djarum Super Smash : Pusat Perhatian Pencinta Badminton

PT Agate International  (Agate) bekerja sama dengan PT Djarum menghadirkan “Djarum Super Smash” games. “Djarum Super Smash” merupakan serious games dengan badminton sebagai gameplay. “Djarum Super Smash” ini berhasil menarik minat pengunjung event BCA Indonesia Open 2014 dan Audisi Umum Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum 2014.

Berawal dari perkenalan di akhir 2013, pembicaraan antara tim Agate Level Up dan PT Djarum berlanjut pada diskusi mengenai kerjasama yang terjalin di awal 2014. PT Djarum berusaha membawa kepada masyarakat lima bakti Djarum Foundation, yang salah satunya merupakan bakti olahraga, melalui Djarum Beasiswa Bulutangkis. Bakti olahraga melalui Djarum Beasiswa Bulutangkis ingin dibawa PT Djarum dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima. Agate kemudian membawa “Djarum Super Smash” sebagai solusi.

Event bergengsi badminton BCA Indonesia Open 2014 pada 17-22 Juni 2014, di Jakarta dan Audisi Umum PB Djarum pada 5-6 September 2014, di Kudus Jawa Tengah menjadi pilihan “Djarum Super Smash” hadir dan meramaikan booth PT Djarum. Ribuan pengunjung di segala usia bersemangat mencoba memainkan “Djarum Super Smash”.

1 Antrian yang Panjang di Indonesia Open 2014

Menurut Shieny, Guild Master Agate Level Up, juga menuturkan adanya antrian yang cukup penuh sepanjang waktu di event-event tersebut. Booth pun semakin ramai ketika kedatangan Liliyana Natsir, atlit Badminton terbaik dunia, memainkan “Djarum Super Smash”.

 c

Liliyana Natsir, sedang memainkan Djarum Super Smash.

Liliyana Natsir adalah salah satu pemain double badminton terbaik di dunia.

 Edi, sebagai main programmer dari Djarum Super Smash, merasa senang dapat melihat langsung reaksi orang yang bermain Djarum Super Smash, “Jadi keringat dan darah yang digunakan untuk nge-develop gamenya bisa terbalas dengan senyum dan tawa orang yang main gamenya”

Edi pun kemudian melanjutkan cerita,  “Ada Bapak-Bapak yang semangat banget main gamenya, sampe-sampe setiap mau mukul hampir mengenai layar tv, padahal lawannya anak kecil doang.”

Sekalipun Edi mengakui sempat mengalami kendala teknikal ketika awal event, tapi event dinilai lancar. “Panitia event cukup kooperatif, jadi kalo ada apa-apa cepet ngebantunya,” ujar Edi. “Djarum Super Smash” pun berhasil mendatangkan pemain setia, yaitu yang datang untuk bermain setiap hari.

 1

Adik-Kakak yang Berebut untuk Bermain Djarum Super Smash

 

Shieny menambahkan, “Sebetulnya sebagian besar masih ingin bermain lebih lama, namun karena antrian panjang jadi harus bergiliran. Mungkin ke depannya, jika bisa kita sediakan lebih dari 1 game, bisa lebih menyenangkan.”

Seru yaa! Well Done, Agate!

Djarum Super Smash : Sensasi Bermain Badminton yang Beda!

Seiring dengan berkembangnya industri game di tanah Air, PT Agate International melalu Agate Level Up semakin memantapkan diri pada area bisnis Serious Game. Serious Game, jika menurut Nick Luppa dan Terry Borst pada bukunya yang berjudul “End-to-End Game Development: Creating Independent Serious Games and Simulations from Start to Finish.” adalah games yang dirancang untuk :

1. Perpindahan dan peningkatan pengetahuan dan kemampuan ke pemain games
2. Teknik persuasif yang ditujukan untuk merubah sikap sosial maupun personal, termasuk games yang bertujuan untuk mempromosikan, memasarkan, hingga merekrut.
Forrester Research mendefinisikan secara luas, Serious Games sebagai “penggunaan games dan dinamika games untuk tujuan non-entertainment.”

Agate sendiri sudah bekerja sama lebih dari 30 perusahaan untuk membantu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan di perusahaan-perusahaan tersebut melalu games. Salah satu serious games yang di develop adalah “Djarum Super Smash” games.

PT Djarum mempunyai Program Djarum Beasiswa Bulutangkis sebagai bentuk bakti olahraga Djarum Foundation. Pada event Indonesia Open 2014, PT Djarum berkeinginan untuk menarik banyak orang, dengan cara yang inovatif dan menyenangkan, untuk menghampiri booth sebagai upaya edukasi kepada masyarakat tentang 5 bakti Djarum Foundation, salah satunya adalah bakti olahraga yaitu Djarum Beasiswa Bulutangkis.

Agate kemudian menghadirkan Djarum Super Smash, sebagai game badminton yang menggunakan handphone sebagai raketnya, dan layar TV sebagai lapangannya.

Liliyana Natsir, sedang memainkan Djarum Super Smash. Liliyana Natsir adalah salah satu pemain double badminton terbaik di dunia.

Agate mengambil badminton sebagai gameplay dikarenakan tujuannya untuk pameran PT Djarum di Indonesia Open dan kompetisi-kompetisi badminton lainnya.

Sebelum Djarum Super Smash, Agate pernah membuat game badminton juga bernama Smash Mania. Pada game Smash Mania, pemain mengayunkan raket untuk bermain badminton, namun pemain tetap harus melihat layar handphone untuk mengecek kapan harus memukul kok (Shuttlecock). Game ini hadir di Indonesia Bermain 2011, dan sempat dimainkan oleh Wagub Jawa Barat kala itu, Dede Yusuf.

c

Wakil Gubernur Jawa Barat 2008-2013 Dede Yusuf memainkan Smash Mania di Event Indonesia Bermain 2011

“Dari sini kita belajar bahwa ide mengayunkan handphone untuk menjadi raket adalah ide yang baik, namun kita butuh media lain yang lebih baik untuk menyajikan tampilan lapangannya. Idenya ialah menggunakan monitor besar sebagai lapangannya. Jadi kita seperti main console saja, namun controllernya menggunakan handphone,” jelas Valentinus RK, akrab disapa Valent, yang merupakan produser dari tim developer.

Dengan berkembangnya teknologi, pada Djarum Super Smash teknologi yang digunakan pun menjadi bervariasi. Djarum Super Smash menggunakan sebuah komputer yang terhubung dengan dua buah smartphone melalui koneksi wifi. Untuk mendeteksi pergerakan tangan, digunakan teknologi Gyroscope yang disimulasikan menjadi ayunan raket di dalam gamenya. Gyroscope sendiri adalah alat yang dapat mengukur atau menjaga orientasi, berdasar pada prinisip angular momentum di fisika.

c

Ketika membeli handphone untuk keperluan testing, Valent mempunyai cerita sendiri, “Waktu itu kita beli smartphone untuk keperluan development sebanyak 4 buah. Jadi, ketika di toko hp itu saya berasa seperti juragan. “Teh, mau beli hape, empat!” hahaha…” Selain itu, menurut Valent pada proses rekaman suara suporter bersama Mas Satriyo dari Simfonia pun juga seru. Teman-teman Agate dikumpul di satu tempat lalu direkam suara khas suporter yang persis seperti “Huuuu” “Yaaak” layaknya pertandingan badminton di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Proses pembuatan game “Djarum Super Smash” cukup singkat, dan teknologi yang dipakai oleh game cukup banyak. Oleh sebab itu, menurut Valent, masih banyak yang harus diperbaiki dari sisi game engine hingga kapabilitas teknisnya. Sekalipun begitu, Djarum Super Smash mempunyai realisasi ide yang cukup sempurna, dan dapat menghadirkan experience bermain badminton yang berbeda dari biasanya, yaitu menggunakan handphone sebagai controller-nya. Suara Suporter yang direkam juga menambah perasaan seperti sedang bermain badminton di stadion.

Developer dari Djarum Super Smash ada Edi sebagai main programmer, Saepul sebagai supporting programmer, Titus, mahasiswa internship Agate saat itu, sebagai Artist, yang dibantu juga oleh Habli dan Tama. Untuk music dan sound effect, ada Mas Satriyo, dan beberapa crew Agate lainnya yang membantu proses perekaman sound effect.

« Older Entries