A Quick Tour to the Game Development Industry
Selama ini kita bermain game, pernahkah terpikir bagaimana sebuah game dibuat, siapa saja yang terlibat, atau mungkin justru kalian berpikir untuk membuat game kalian sendiri agar bisa dimainkan banyak orang di dunia? Sebagai langkah pertama kita perlu tahu bagaimana industry game bekerja.
Pernah dengar nama-nama seperti SquareEnix, Blizzard, Valve, EA, atau BioWare? Walau semuanya perusahaan di bidang game, tapi belum tentu perusahaan itu yang membuat game yang kita mainkan. Secara sederhana, industry game terdiri dari dua pemain besar, yaitu game publisher dan game developer.
- Game Publisher
Publisher adalah perusahaan yang menjual sebuah game, dan biasanya memiliki hak atas game tersebut, misalnya Activision yang memiliki hak cipta untuk Call of Duty. Selain menjual game secara fisik (via GameStop) atau secara digital (via Steam atau AppStore), publisher juga bertanggung jawab mulai dari pendanaan development game, sampai promosi game tersebut.Rata-rata publisher lebih terkenal daripada game developer, misalnya untuk franchiseCoD, nama Activision lebih dikenal daripada Infinity Ward (CoD:Modern Warfare 2) atau Treyarch (CoD:Black Ops). Contoh lain misalnya Bethesda Softworks yang mempublish Fallout: New Vegas lebih dikenal dari Obsidian Entertainment, developernya.Di Indonesia, sebagian besar game publisher memilih untuk memasukkan game luar negeri, misalnya dari Korea, dibanding mendanai pembuatan sebuah game baru. Contoh game publisher di Indonesia diantaranya Lyto, Megaxus, Gemscool, dan lain-lain.
- Game Developer
Developer adalah studio atau tim yang membuat sebuah game secara teknis, mulai dari ide atau konsep, game design, art, programming, sampai SFX atau musiknya.Walaupun umumnya kalah terkenal dibanding publisher, ada beberapa developer yang lebih dikenal dari publishernya, misalnya BioWare, walau game mereka sekarang dipublish oleh EA, umumnya orang tahu itu game buatan BioWare.Di Indonesia, jumlah game developer belum terlalu banyak, dan masih banyak yang belum dikenal di Indonesia sendiri. Beberapa game developer Indonesia diantaranya Agate Studio, Menara Games, Toge Productions, dan lain-lain.
Sebagian publisher memiliki developer internal, misalnya Nintendo yang memiliki tim EAD yang khusus membuat game trademark Nintendo seperti Mario, Zelda, dan lain-lain. Tapi sebaliknya, ada juga developer yang mempublish game mereka sendiri, misalnya Rovio, developer Angry Birds, yang awalnya dipublish oleh Chillingo.
Pembuatan sebuah game bisa dimulai dari game developer yang lalu mencari pendanaan ke publisher, atau sebaliknya, publisher yang mencari developer untuk membuat game untuknya. Setelah game selesai, tugas publisher lah untuk memastikan game tersebut terjual dan dimainkan oleh banyak orang. Publisher dan developer adalah dua pekerjaan yang sama sekali berbeda namun keduanya sangat dibutuhkan agar kita tetap bisa bermain game
Sekarang kita sudah tahu perbedaan publisher dan developer, tapi bagaimana sebenarnya sebuah game dibuat? Itu akan kita bahas di lain kesempatan.
(Artikel ini pertama kali dimuat di HotGame edisi 304, Minggu ke-5 Juni 2011)
| Print article | This entry was posted by Dwiperdana on 13/09/2011 at 09:00, and is filed under Game Development. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |
about 7 months ago
Ya… betul juga… banyak yang nggak memperhatikannya… pas login game… kepengennya langsung main… padahal sedang login mereka menunjukkan siapa mereka yang terkait pada game yang kita mainkan…