(Berusaha) Menilai kesuksesan sebuah game
Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan tentang game development adalah “bagaimana cara membuat sebuah game yang sukses?” atau “Adakah kiat-kiat untuk membuat game yang sukses?”. Sambil menjawab pertanyaan itu, pada post ini kami akan berbagi pandangan kami tentang kesuksesan sebuah game.
Sukses di Kompetisi Game
Dalam beberapa tahun belakangan, banyak sekali diadakan kompetisi-kompetisi pembuatan game, mulai untuk internal kampus atau institusi pendidikan, sampai yang skalanya nasional. Untuk menjadi juara kompetisi semacam itu, ada beberapa faktor yang dianggap menjadi faktor penentu kemenangan, misalnya:
- Game itu harus memiliki grafis yang bagus, bahkan ada anggapan kalau game 3D itu lebih keren atau lebih hebat dari game 2D
- Game itu harus memiliki gameplay yang unik dan orisinal, pokoknya beda dengan yang lain
- Game itu harus memiliki unsur budaya lokal atau edukatif
- Lebih ekstrim lagi, presentasi dan slide harus dibuat sebagus mungkin agar dapat meyakinkan tim juri
Kriteria-kriteria itu muncul mungkin karena yang biasanya menentukan kemenangan sebuah game adalah tim juri yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, tapi sayangnya, belum tentu mereka adalah gamer. Coba kita lihat contoh beberapa game Juara kompetisi game di luar negeri dan di Indonesia:
- Dust: An Elysian Tail, juara DreamBuildPlay 2009
Dust: An Elysian Tail adalah game side-scrolling action dengan grafis 2D yang memukau. Walaupun gameplaynya sudah pernah ada sebelumnya, secara keseluruhan game ini terlihat sudah digarap dengan sangat baik.
Dust: An Elysian Tail XBLA Trailer Video

- Eufloria, juara Independent Game Festival 2009
Eufloria adalah game strategi unik tentang kolonisasi tanaman yang cukup orisinal. Grafis yang digunakan dalam game ini sangat sederhana, namun sudah bisa menyampaikan temanya dengan baik.

- Amago, juara INAICTA 2011 kategori Mobile Application: Mobile Game
Game ini memiliki gameplay mirip dengan game Tamagoci atau pet-raising game lainnya, tapi membawa value untuk mengenalkan satwa-satwa yang terancam punah kepada para pemain, dan mendorong mereka untuk memelihara lingkungan hidup. Tiga karakter yang muncul pertama kali adalah satwa khas Indonesia, Komodo, Elang Jawa, dan Arwana Merah.

- SteamOps, juara INAICTA 2011 kategori Digital Content: Video Games
SteamOps adalah game multiplayer 3D third-person shooter yang mengusung tema steampunk. Model karakter dan setiap level yang ada dibuat detail yang mengagumkan, dan dari sisi gameplay memberikan opsi yang sudah familiar di kalangan gamer seperti Deatchmatch, Capture the Flag.
SteamOps Trailer Video

Dari contoh-contoh di atas bisa dilihat bahwa walaupun kriteria diatas berpengaruh, tidak ada faktor pasti yang dapat menentukan kesuksesan sebuah game dalam sebuah kompetisi, itu tergantung pada kompetisi yang bersangkutan.
Sukses di Industri Game
Sedangkan di industri game, kesuksesan sebuah game tidak hanya ditentukan oleh kualitas yang dimiliki game tersebut. Tidak sedikit kasus game yang kualitasnya bagus tapi penjualannya tidak terlalu tinggi, atau sebaliknya, game yang penjualannya tinggi justru dinilai jelek oleh orang-orang yang memainkannya.
Memang proses kreatif dalam pembuatan game itu penting dan memiliki banyak tantangan, tapi lebih banyak lagi tantangan yang akan dihadapi saat merilis game tersebut, mulai dari proses testing atau QA (Quality Assurance), marketing, sampai player community engagement.
Bagi kami, salah satu kriteria game yang sukses adalah yang dimainkan banyak orang, sehingga value yang dibawa oleh game tersebut bisa tersampaikan ke target audiencenya. Tidak peduli apakah game itu membawa value fun to play, value edukasi, atau value positif lainnya.
Itu adalah dasar kenapa pada Agate Mobile Game Developer War kali ini, penilaian game tidak hanya berdasarkan ide, konsep, grafis, atau gameplaynya, tapi lebih menyeluruh. Menyeluruh disini maksudnya game tersebut sudah dianggap sebuah produk, lengkap dengan isi, ‘kemasan’, sampai promosi atau publikasinya. Karena itu, parameter kemenangan untuk Agate Mobile Game Developer War adalah jumlah first week sales, atau berapa kali game yang bersangkutan diunduh selama minggu pertama di Nokia Store.
Kami berharap dengan membuat parameter kemenangan seperti itu, game yang menang adalah memang game yang paling disukai oleh orang-orang, bukan hanya dari Indonesia, tapi dari seluruh dunia. Selain itu, kami juga berharap proses development dan publishing game yang dilakukan setiap peserta bisa menjadi pengalaman yang berharga, ditambah lagi dapat menjadi bukti nyata kemampuan mereka sebagai SDM Indonesia yang tidak kalah dengan developer mobile game luar.
Maju terus game dev Indonesia!
| Print article | This entry was posted by Dwiperdana on 17/11/2011 at 11:17, and is filed under Game Development, News. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |
about 1 year ago
begini om, saya mau nanya yg
“Game itu harus memiliki gameplay yang unik dan orisinal, pokoknya beda dengan yang lain”
beberapa kali saya melihat game yang memiliki gameplay sama tapi di bungkus dengan kemasan yg berbeda,
dulu pernah liat game kek gundbond gitu, cuma tema permainannya di rubah yg mengandung unsur pembelajaran gitu. Itu kan gak salah kan om?
mohon maaf kalo pengertian saya salah mengenai gameplay
terima kasih
about 1 year ago
tiga unsur pembentuk game yang utama sesuai urutan adalah :
1. Storyline
2. Gameplay
3. Audio Visual
jadi bisa dilihat dan dipertimbangkan untuk para juri lomba, GRAFIS adalah urutan terakhir. Oleh karena itulah game indonesia kurang bisa berkembang, karena hanya memikirkan masalah grafis dan teknologi dan mengesampingkan kualitas story dan orisinalitas.