Game Development
Experience the game development quest with Agate Studio Internship Program
Mar 14th
One thing you need to do to be a game developer
Jika ada satu saran yang perlu diberikan untuk semua orang yang ingin belajar game dev, itu adalah “Cobalah membuat game sendiri”. Karena pengalaman memang adalah guru yang paling baik. terutama di pembuatan game. Kenapa? Salah satunya karena kita jadi bisa merasakan langsung dari sudut pandang developer, proses pembuatan game itu seperti apa. Proses pembuatan game akan sama sekali berbeda dilihat oleh seorang developer dan seorang gamer yang memiliki banyak sekali ide untuk membuat game yang ‘bagus’.
We learnt it the hard way
Selama perjalanan Agate selama 2 tahun 11 bulan ini, banyak sekali pelajaran yang kami dapat dari pengalaman membuat berbagai game di berbagai platform, baik yang berhasil atau gagal. Salah satu yang saya ingat adalah pengalaman kami membuat game pertama kali sebagai Agate Studio. Di awal Agate Studio berdiri, dengan jumlah orang yang cukup banyak kami mencoba masuk ke pasar Flash game.
Dengan pengetahuan seadanya tentang Flash gaming, kami langsung membuat tim-tim kecil yang masing-masing membuat game Flash yang berbeda. Tepatnya tujuh game yang berbeda. Mungkin karena sebagian besar dari tim Agate memainkan Flash game sebagai pengisi waktu luang, dan karena pengalaman terakhir kami membuat game adalah game bertipe arcade, Ponporon, akhirnya sebagian besar Flash game yang kami buat itu bertipe arcade game. Tipikal arcade game yang sekali tamat selesai.
Setelah berbulan-bulan menyelesaikan game-game tersebut, dan berbulan-bulan berikutnya berusaha menjual game-game itu ke sponsor Flash game, hasilnya hampir nihil. Sebagian besar tidak terjual.
Beberapa waktu setelahnya kami baru tahu, kalau ternyata tipe Flash game yang disukai oleh para sponsor Flash game adalah yang memiliki replay value yang tinggi, dengan kata lain yang bisa membuat orang datang lagi dan lagi ke website mereka dan membuat traffic ke website sponsor semakin besar.
Kegagalan menjual game itu menjadi pengalaman yang sangat berharga dan menjadi pertimbangan setiap akan membuat game, bahkan bukan hanya untuk Flash game.
Internship opportunities
Bagaimana jika kamu tidak ada tim untuk mencoba membuat game sendiri? Tapi kamu ingin belajar dan mendapatkan pengalaman lansgung membuat game. Salah satu opsi yang dapat kamu lakukan adalah dengan mengikuti program magang atau kerja praktek di Game Development Studio yang sudah ada. Dengan melakukan magang seperti itu, kamu akan dapat terjun langung ke industri game, membuat game yang akan rilis ke pasar.
Agate Studio adalah salah satu Game Development Studio yang menerima program magang. Bahkan 6 bulan saat baru berdiri Agate Studio sudah menerima teman-teman yang ingin magang, baik karena kewajiban dari kampus atau bedasarkan keinginan untuk belajar game dev.
Untuk teman-teman yang tertarik untuk magang di Agate Studio, syaratnya minimal magang dilakukan selama 2 bulan penuh. Alasannnya sederhana, karena kami ingin teman-teman yang magang mendapat pengalaman membuat game dari awal sampai akhir. Selama 2 bulan itu teman-teman akan diperlakukan seperti crew tetap Agate, dan akan diikutsertakan di setiap acara crew Agate seperti Game Time dan Futsal rutin.
Tertarik untuk magang di Agate Studio? Atau ingin tahu lebih lanjut tentang program magang ini? Kirim email ke careers[at]agatestudio[dot]com. Jangan lupa beritahu kapan kalian berniat melakukan magang agar bisa kami sesuaikan jadwalnya
Edit: Mulai Januari 2013, Agate Studio sudah tidak membuka program internship
Tapi bagi kalian yang tertarik untuk mengunjungi Agate Studio bisa kunjungi link berikut untuk informasi mengenai ketentuan Company Visit ke Agate Studio, atau jika ingin menanyakan pertanyaan menyangkut dunia game development bisa kirim email ke ask[at]agatestudio[dot]com.
Tunggu apa lagi? Start making your game, start living your dream, now!
Hasil Survey Gamer Indonesia – Februari 2012
Feb 29th
Pada bulan Januari yang lalu, Agate Studio membuat survey untuk gamer-gamer Indonesia, kami ingin mencari tahu selera gamer Indonesia dan kebiasaan mereka dalam bermain game. Setelah lebih dari 1200 gamer mengisi survey di link ini, kami ingin berbagi hasil yang kami dapat dari survey tersebut agar dapat dimanfaatkan untuk kemajuan industri game di Indonesia
Berdasarkan survey ini, genre RPG, Strategi, dan FPS adalah genre-genre game favorit, sedangkan musik adalah genre yang kurang disukai sebagian besar gamer. Sebagian besar gamer bermain di rumah dan platform gaming terbesar masih desktop PC. Untuk hasil survey secara lengkap bisa dilihat di bawah ini:
- Genre game favorit
Pengumuman Pemenang Mobile Game Developer War 2!
Feb 27th
Setelah lebih dari 2 bulan diadakan, akhirnya pemenang Developer War 2 sudah diumumkan. Bersamaan dengan event Tekno iDEA pada hari Kamis, 23 Februari yang lalu di XXI Plasa Senayan, Jakarta. Ketiga juara Developer War ini mungkin tidak asing lagi, karena ketiganya merupakan top 3 dari pengumuman leaderboard sebelumnya. Namun yang berbeda adalah posisi pertama yang berhasil direbut Virtual Pet dari Sky Express . Berikut adalah daftar pemenang Developer War 2:
- Virtual Pet – Creacle Game Studio dengan 153.000 download
- Sky Express – ElvenTales dengan 100.000 download
- Beyond the Well - Own Games dengan 75.000 download
Perlu kami ingatkan lagi bahwa kompetisi ini berbeda dari kompetisi game development pada umumnya, karena yang menilai dan menentukan game mana yang menang adalah pasar global via Nokia Store, bukan sekedar beberapa orang dari tim juri saja. Jumlah download yang dihitung adalah untuk 30 hari setelah game yang bersangkutan rilis di Nokia Store. Dengan kreatifitasnya masing-masing, ketiga tim itu berhasil mempromosikan game mereka dan mendapat download yang sangat besar.
Sekali lagi selamat untuk Creacle Game Studio, ElvenTales Games, dan Own Games yang sudah menjadi juara Developer War 2!
Agate Game Development Course
Jan 13th
Why learning should be a game.
Kami percaya kalau belajar itu menyenangkan, dan seharusnya tetap begitu. Kegiatan yang menyenangkan akan membuat orang yang melakukannya tetap termotivasi dan tidak mudah bosan.
Kami percaya kalau belajar lebih efektif dengan dipraktekkan. Kita bisa lebih menangkap konsep yang diajarkan jika kita mempraktekannya secara langsung atau mengaplikasikannya pada kasus di dunia nyata.
Fun, challenging, learning by doing, dan constant feedback, sangat umum ditemukan di semua game. Unsur yang sama juga idealnya ada pada proses belajar, lalu kenapa belajar itu bukan sebuah game?
Bisa jadi karena proses belajar yang masih diterapkan di masyarakat saat ini sudah terbentuk dari berpuluh-puluh tahun yang lalu, di saat game belum umum ada di masyarakat, di saat permainan hanyalah kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang.
Dan bisa jadi karena konsep belajar itu menyenangkan dan belajar itu praktek mungkin belum bisa diterapkan atau memenuhi kebutuhan di semua proses pembelajaran saat ini.
Lalu apa hubungannya dengan Agate?
“Proses yang menyenangkan” adalah salah satu kunci Agate dalam membuat game. Karena jika dalam proses pembuatan game dilakukan dengan perasaan senang, perasaan itu akan tertuang dalam game yang dibuat, dan pada akhirnya akan tersampaikan pada pemain yang memainkan game kita.
Tidak terbatas hanya pada proses pembuatan game, kami juga ingin membuat proses belajar game development itu juga menyenangkan, seperti sebuah game.
Karena itu, Agate ingin memberikan sebuah pengalaman belajar game development yang unik dan pastinya menyenangkan. Dengan proses belajarnya yang fokus pada studi kasus yang secara nyata terjadi di industri game.
Introducing: Agate Game Development Course
Pada petualangan Game Development pertama ini, nantinya peserta akan dibawa ke dunia Mobile Game Programming, yang akan terbagi dalam tiga Stage, dan diawali dengan Stage 1 – Tileset Island.
Pada Stage 1, peserta akan mengawali petualangan dengan mempelajari dasar-dasar pemrograman yang dibutuhkan dalam membuat game-game berbasis tile atau grid, seperti Minesweeper, Sokoban, Bejeweled, dan lain-lain. Topik yang dibahas diantaranya adalah J2ME graphic programming, Game Logic, dan Matrix & Tiling. Setelah menyelesaikan Stage 1, peserta akan dapat melanjutkan ke Stage 2 dengan topik yang lebih advanced.
Stage 1 akan selesai dalam 8 battle, setiap Rabu dan Jumat, jam 4-6 sore, di DigiGames Surya Sumantri 63, Bandung. Stage 1 ini terbatas untuk 18 peserta.
Untuk mengikuti Game Development Course ini calon peserta cukup membayar Rp. 550.000,- dan akan mendapat perlengkapan seperti PC dan internet selama battle, handout, dan sertifikat course dari Agate. Untuk informasi dan pendaftaran bisa email ke contact@agateacademy.com.
Kabar Gembira untuk peserta Agate Mobile Game Developer War!
Dec 22nd
Ada beberapa kabar baik bagi para developer yang sudah atau mau mengikuti Agate Mobile Game Developer War:
- Batas submit game peserta ke Nokia Store diperpanjang sampai 27 Desember. Batas rilis game di Nokia Store tetap 14 Januari 2012, dan waktu diantara submit sampai rilis disediakan untuk proses QA dari Nokia Store, sekaligus kesempatan untuk para peserta jika ingin memperbaiki atau melengkapi fitur dalam gamenya.
- Para peserta Agate Mobile Game Developer War akan berkesempatan mengikuti Coaching Session dengan Peter Vesterbacka (CEO dari Rovio, developer Angry Birds) pada bulan Januari 2012 nanti. Kesempatan langka ini sangat sayang untuk dilewatkan, dan harus dimanfaatkan untuk belajar sebanyak-banyaknya dari salah satu developer mobile game paling sukses di dunia saat ini.
Untuk mengikuti Agate Mobile Game Developer War, peserta cukup submit game mereka di Nokia Store sebelum 27 Desember, lalu isi data di link ini dan konfirmasi ke contact@agatestudio.com untuk dicatat nama developer dan game yang disubmit. Begitu gamenya rilis di Nokia Store, penilaian akan langsung dimulai sampai hari ke 30 sejak rilis. Untuk update kondisi terakhir dari para peserta War, akan dibuat leaderboard yang secara rutin akan diupdate di blog Agate Studio.
Nantikan terus update-update tentang Agate Mobile Games Developer War! Profil developer dan ulasan game-gamenya juga akan dimuat di blog ini.



5 Recent Comment