Game Development
Agate Mobile Game Developer Camp Session 5-8
Dec 22nd
Sesi offline Agate Mobile Game Developer Camp sudah berakhir dengan diadakannya sesi 8 pada minggu, 18 Desember 2011. Namun Developer Camp belum benar-benar berakhir sampai para peserta merilis game mereka di Nokia Store untuk mengikuti Agate Mobile Game Developer War.
Pada minggu ke-3, peserta difokuskan untuk mengerjakan game masing-masing, dan ditantang untuk menyelesaikan berbagai implementasi teknis dari game design yang sudah dibuat, seperti paralax movement untuk sidescrolling games, atau mekanisme menembak untuk game tower defense.
Pada minggu terakhir, peserta diberi kesempatan untuk sharing tentang game yang sudah dibuat dan prosesnya kepada teman-teman peserta lain. Setelah itu, semua peserta diberi beberapa petunjuk teknis untuk submit game ke Nokia Store, termasuk beberapa tips agar proses QA di Nokia Store bisa lebih mudah dengan mengatasi berbagai kesalahan teknis yang biasa dilakukan oleh developer. Referensi tentang Nokia Store Publishing bisa diakses di http://bit.ly/rxUEMe Untuk materi lengkap Agate Mobile Game Developer Camp bisa diakses di http://bit.ly/sogF95.
Sampai batas waktu rilis game di Nokia Store untuk Agate Mobile Game Developer War nanti, Agate akan tetap memberikan support untuk developer yang memiliki kesulitan teknis atau ingin sekedar diskusi, cukup dengan mengirim email ke contact@agateacademy.com.
Agate Mobile Game Developer Camp Day 3&4
Dec 5th
Sesi minggu ini dibuka dengan presentasi dari tiap-tiap peserta Developer Camp tentang game yang akan mereka buat. Game yang akan dibuat bermacam-macam, mulai dari yang simple seperti permainan memasak, menyupir angkot, sampai yang kompleks seperti tower defense dan RPG.
Untuk materi camp sendiri, minggu ini programmer mempelajari penggunaan sprite dan animasi, sedangkan artist belajar mengenai pixel art dan pembuatan art yang optimal untuk mobile platform.
Programmer
Di minggu kedua ini, kita mencoba berkreasi dengan Sprite. Sprite adalah sekumpulan frame gambar yang di urutkan kemudian akan dijalankan oleh J2ME. Sehingga game yang akan kita buat akan terlihat bergerak. Banyak yang bisa kita lakukan dengan sprite, di antaranya mengubah arah gambar (transformasi), menggerakkan sprite, dan lain – lain. Sprite juga bisa memeriksa collision detection juga lho!
Hari berikutnya kita mempelajari tentang State Management Flow, kegunaan State Management biasanya lebih kepada pembuatan menu awal, dimana menu awal adalah Start Game, Tutorial, About, Exit, ketika kita memilih Start Game, maka kita akan mengubah state ke start, di fungsi start kita akan membuat gambar, sprite, maupun logic sedemikian rupa, sehingga game pun berjalan normal. State management biasanya diimplementasikan pada game Visual Novel, dimana kita memilih akan kemana kita berjalan, dan akhirnya pun berbeda – beda.
Agate Mobile Game DevCamp – Programming Day3
Agate Mobile Game DevCamp – Programming Day4
Artist
Agate Mobile Game Developer Artist – Day3
Agate Mobile Game Developer Artist – Day4
Agate Mobile Game Developer Camp Day 1&2
Nov 28th
Agate Mobile Game Development telah dimulai pada Sabtu, 26 November dan Minggu, 27 November 2011 . Pada dua sesi pertama ini semua peserta dikelompokkan menjadi tim yang terdiri dari dua orang, satu programmer dan artist. Peserta diberi overview tentang proses game development dan peran-peran yang terkait pada proses tersebut.
Programmer
Materi pertama dari Mobile Game Developer Camp adalah pengenalan ruang lingkup dari pengembangan game mobile di J2ME. Di hari pertama kita akan belajar menggunakan Eclipse, memasang emulator pada Eclipse, dan menjalankan MIDlet. MIDlet merupakan class yang akan dipanggil pertama kali oleh J2ME. Maka dari itu, kita juga harus membuat MIDlet tersebut memuat GameCanvas kita. GameCanvas merupakan canvas dari game kita, disinilah dimana logic dari game berjalan. GameCanvas juga memiliki fungsi Game Loop, dimana game loop berfungsi untuk mengulang proses rendering gambar dan game logic selama game terus berjalan. Di akhir materi, diperkenalkan dengan fungsi Graphics primitive, dimana nantinya kita bisa membuat gambar kotak, lingkaran, segitiga, garis, maupun tulisan.
Pada hari kedua, Developer Camp mempelajari bagaimana penerapan Collision Detection dan Simple AI di game. Sekedar info, Collision Detection adalah pengecekan yang dilakukan ketika terjadi tumbukan/tabrakan antara dua buah objek. Pada studi kasus game Pong, collision terjadi ketika kita memukul bola dengan Paddle, ketika bola menyentuh batas kanan dan kiri layar, dan ketika menyentuh daerah lawan yang menyebabkan nilai berubah. Ketika terjadi Collision, maka kita juga harus menentukan apa yang akan terjadi setelahnya. Apakah nilai kita bertambah, atau bola akan terpantul ke arah lain. Pada bagian akhir materi, kita juga akan mempelajari tentang Simple AI. AI merupakan singkatan dari Artificial Intelligence, yang artinya kecerdasan buatan, dimana computer akan memiliki “otak” untuk berpikir, dan menjadi lawan main kita. Tentu saja, banyak hal yang harus diperhatikan dalam membuat AI, karena kita harus membuat batasan untuk AI, sehingga mereka tidak terlalu pintar. Jika terlalu pintar maka permainan pun susah dimenangkan. Contohnya pada game Pong, kita membuat AI yang dapat bergerak mengikuti arah bola. Wah kalau hanya begitu saja, berarti AI tidak akan pernah kalah ya? Maka dari itu, kita akan membuat batasan kecerdasannya. Contohnya kita membuat jarak pandang dari AI, sehingga AI tidak akan mengikuti arah bola sampai bola memasuki jarak pandangnya.
Di bawah ini kamu bisa melihat handout untuk programmer untuk hari pertama dan kedua:
Agate Mobile Game DevCamp – Programming Day1
Agate Mobile Game DevCamp – Programming Day2
Artist
Materi artist hari pertama adalah tentang art direction dalam game, lalu pada hari kedua membahas tentang tahap-tahap yang perlu dilakukan pada pre-production sebuah game dari sisi art.
Di bawah ini kamu bisa melihat handout untuk artist untuk hari pertama dan kedua:
Game Dev Heroes: Game Designer
Nov 25th
Sekarang saatnya kita berlanjut ke bagian Game Designer! Game Designer termasuk dalam pre-production stage, dimana artinya Game Designer bekerja sebelum artist dan programmer. Game Designer membuat blueprint dari game yang akan dibuat. Sehingga pekerjaan artist dan programmer akan lebih terarah.

More >
(Berusaha) Menilai kesuksesan sebuah game
Nov 17th
Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan tentang game development adalah “bagaimana cara membuat sebuah game yang sukses?” atau “Adakah kiat-kiat untuk membuat game yang sukses?”. Sambil menjawab pertanyaan itu, pada post ini kami akan berbagi pandangan kami tentang kesuksesan sebuah game.
Sukses di Kompetisi Game
Dalam beberapa tahun belakangan, banyak sekali diadakan kompetisi-kompetisi pembuatan game, mulai untuk internal kampus atau institusi pendidikan, sampai yang skalanya nasional. Untuk menjadi juara kompetisi semacam itu, ada beberapa faktor yang dianggap menjadi faktor penentu kemenangan, misalnya:
- Game itu harus memiliki grafis yang bagus, bahkan ada anggapan kalau game 3D itu lebih keren atau lebih hebat dari game 2D
- Game itu harus memiliki gameplay yang unik dan orisinal, pokoknya beda dengan yang lain
- Game itu harus memiliki unsur budaya lokal atau edukatif
- Lebih ekstrim lagi, presentasi dan slide harus dibuat sebagus mungkin agar dapat meyakinkan tim juri
Kriteria-kriteria itu muncul mungkin karena yang biasanya menentukan kemenangan sebuah game adalah tim juri yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, tapi sayangnya, belum tentu mereka adalah gamer. Coba kita lihat contoh beberapa game Juara kompetisi game di luar negeri dan di Indonesia:





5 Recent Comment