Game Development
Game Dev Heroes : Programmer
Nov 11th
Apa itu Game Dev Heroes? Apa itu Programmer? Mungkin itu yang muncul dibenak teman-teman ketika kita membaca judul posting sekarang. Game Dev Heroes itu maksudnya pahlawan dibalik suksesnya sebuah game. Apa cuma programmer? Tentu tidak, banyak yang berjasa dibalik suksesnya sebuah game, sebut saja Artist, Composer, Designer, dan Producer. Sebenarnya masih banyak yang menjadi kunci dari kesuksesan game. tapi kita akan fokus kepada 5 role itu saja dulu. Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan role dari Game Programmer. Jika teman-teman tertarik untuk berkecimpung di dunia game development, berikut ini adalah sekilas tentang game programmer.
More >
Challenges and Advantages on J2ME
Oct 31st
J2ME atau yang sekarang sebenarnya sudah di sebut JME merupakan teknologi yang dikembangkan oleh Java pada device handset seperti handphone. Tentu saja bahasa pemograman yang dipakai adalah Java tapi memang menggunakan versi syntax dan API yg lebih rendah (java 1.4).
Untuk penjelasan J2ME yg lebih mendalam bisa dicari di sini
Yeah, let’s find out more about challenge on J2ME!
More >
Game Development Platform (Part 2)
Oct 10th
Setelah membahas pembuatan game di console dan PC, kali ini kami akan membahas web-based games, dan mobile games.
- Web-Based Game
Pernahkah kalian memainkan game Travian atau Farmville? Itu adalah contoh web-based game, yang dimainkan menggunakan internet browser, tanpa instalasi tambahan.
Apa saja yang diperlukan untuk membuat web-based game?- Ada beberapa teknologi yang bisa digunakan, misalnya game seperti Football Saga atau Travian menggunakan PHP dan CSS, Farmville menggunakan Adobe Flash, dan browser based 3D online game Lilocity.com menggunakan Unity3D.
- Tools yang biasa digunakan misalnya Notepad++, Xampp, Adobe Flash atau FlashDevelop (gratis), dan Unity3D.
- Untuk mendapatkan keuntungan, ada beberapa model yang biasa diterapkan:
- Advertising Games: Game tipe ini bertujuan mengiklankan produk atau brand/merek, jadi perusahaan yang bersangkutan akan membayar developer untuk membuat game untuk mereka. Contohnya misalnya Ionopolis dari Pocari Sweat, atau Puzzle Seru Qtela.
- Sponsorship : Kebalikan dengan advertising games, pada model ini developer membuat game mereka lalu menjualnya ke sponsor. Sponsor biasanya merupakan game portal yang mau memasang logo dan link mereka di game kita. Contoh sponsor misalnya newgrounds.com, armorgames.com, dan gamesfree.com.
- Freemium / Item Mall : Umum ditemukan dalam game facebook Mafia Wars atau FarmVille. Developer merilis gamenya free to play tapi gamer dapat membeli virtual item dengan uang. Walau per transaksi nilainya kecil, rata-rata sekitar Rp. 8.000 , tapi dalam sehari dapat menghasilkan Rp. 800.000, dengan asumsi ada 100 gamer yang membeli item mall.
- Mobile Game
Mobile game adalah pasar game yang cukup besar, di Indonesia saja pengguna handpone sudah mencapai 180 juta pengguna.
Apa saja sih yang perlu dipersiapkan untuk membuat mobile game?- Pertama-tama kita harus menentukan ingin membuat game di device apa? Apakah smartphone seperti iPhone atau Android, atau mass market device seperti Nokia. Lalu kita perlu cari tools yang diperlukan untuk target device tadi, misalnya iOS SDK+XCode IDE, Android SDK+Eclipse IDE, dan lain-lain.
- Secara teknis, game harus dibuat seefisien mungkin, karena rata-rata spek memory dan processor mobile cukup rendah.
- Model bisnis mobile game diantaranya adalah:
- Paid Apps : Pada model ini developer menjual game secara retail, biasanya menggunakan jasa appstore seperti Nokia Store, atau iTunes Appstore. Keuntungan bersih yang didapat developer biasanya 70% dari total penjualan.
- Trial Apps : Sedikit berbeda dengan Paid Apps, dengan model ini developer merilis game versi gratis, dengan konten atau fitur yang terbatas, jika ingin yang lengkap harus membayar ke developer atau membeli versi fullnya.
- Freemium : Cara ini sama dengan yang dilakukan pada web-based game atau MMO, yaitu membuat fitur pembelian barang in-game.
Sekian dulu penjelasan mengenai beberapa platform game development dan model bisnisnya, semoga teman-teman gamer juga semakin ingin membuat game ya
(Artikel ini pertama kali dimuat di HotGame edisi 308, oleh Valentinus Rk)
Game Development Platforms
Oct 3rd
Sebelum memulai pembuatan sebuah game, seorang game developer perlu menentukan game apa yang akan dibuat, mulai dari genrenya, style artnya, termasuk menentukan akan dibuat di platform apa. Untuk game developer, pemilihan platform akan menentukan model bisnis yang akan dijalani, dengan kata lain, bagaimana si developer bisa mendapat uang dari gamenya. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas dua contoh platform development secara garis besar, termasuk model bisnis yang biasa diterapkan di platform tersebut.
- Console Games
Mungkin membuat game untuk console dari Sony, Nintendo, atau Microsoft adalah impian sebagian besar gamer yang mau menjadi game developer, tapi ada beberapa hal yang perlu diketahui dari console game development:- Untuk membuat game untuk console, seorang developer perlu untuk membeli development kit dari console yang bersangkutan (misalnya PS3, atau Nintendo Wii), yang harganya tidak murah, sekitar ribuan sampai puluhan ribu dolar per unit.
- Beberapa perusahaan, seperti Nintendo, memiliki persyaratan khusus untuk developer yang ingin mendevelop game untuk platform mereka. Misalnya developer yang bersangkutan harus memiliki kantor (terkait faktor keamanan dari produk development kit mereka) dan sudah berpengalaman dan dinilai cukup sukses dalam membuat game.
- Xbox360, dengan Xbox Live Arcade mereka, telah mendukung game developer untuk membuat game di platform mereka dengan merilis XNA Framework. Kelebihan XNA adalah karena bisa digunakan tanpa development kit, cukup menggunakan XBox original (tanpa mod), dan yang paling penting XNA itu gratis.
Informasi lebih lengkap bisa dilihat di create.msdn.com - Secara teknis, membuat game untuk console lebih sulit dari membuat game untuk web atau desktop PC, karena berhubungan lebih erat dengan hardware, walaupun pasti sudah disediakan engine dan dokumentasi yang bisa digunakan oleh developer.
- Terakhir, kalaupun bisa membuat game untuk console, kita akan membutuhkan kerjasama dengan publisher untuk mempublish game kita ke seluruh dunia, baik dengan physical copy menggunakan DVD atau Blu-Ray, atau dengan digital distribution misalnya via PSN (Playstation Network).
- Desktop PC Games
Desktop PC game mungkin salah satu platform gaming terbesar, karena hampir semua jenis game ada di platform ini, mulai dari casual game seperti Diner Dash, game indie seperti Minecraft, sampai game MMORPG seperti World of Warcraft. Yang perlu diketahui untuk desktop PC game development:- Tools dan engine untuk membuat game PC sudah sangat banyak, mulai untuk membuat game PRG klasik seperti RPGMaker, game FPS high-end seperti Unreal Development Kit (www.udk.com), sampai yang lebih umum dan tidak terikat genre game seperti Unity3D (www.Unity3D.com). Resource untuk belajar pun sangat banyak dan dapat dicari di internet.
- Tantangan terbesar dalam membuat desktop PC game bukan di proses developmentnya, melainkan pada proses penjualannya. Ada beberapa model bisnis yang bisa diterapkan kalau kita mau membuat desktop PC games:
- Retail: dengan model ini kita jual game per copy, bisa secara fisik (misalnya jual CD/DVD game di toko atau pameran), atau bisa juga digital copy (misalnya dijual di website kita). Yang perlu disiapkan biasanya selain sistem penjualannya adalah sistem proteksi gamenya, yang paling sederhana adalah serial number.
- Digital distribution: dengan model ini kita tidak menjual sendiri game kita, tapi menggunakan jasa pihak lain untuk penjualan game kita, misalnya Steam. Pihak distributor seperti Steam akan mengambil keuntungan untuk setiap penjualan game kita, sekitar 30%.
- Subscriptions: dengan model ini kita menjual akun untuk memainkan game kita di server yang kita maintain, contoh game indie yang menggunakan model ini misalnya Minecraft. Model ini sama dengan yang digunakan pada MMORPG seperti WoW.
- Item mall: pada model ini kita merilis gamenya gratis, tapi pemain bisa membeli berbagai item atau fitur in game. Model ini juga sering digunakan di game MMO, misalnya Point Blank.
Masih ada dua platform besar lagi dimana kita bisa membuat dan menjual game, yaitu web-based games, dan mobile games, yang akan kita bahas di post berikutnya.
(Artikel ini pertama kali dimuat di HotGame edisi 307)
Preparation to be a Game Developer
Sep 26th
Mungkin sebagian dari kalian sudah tidak sabar ingin jadi game developer, kali ini akan kami coba berikan beberapa tips untuk mempersiapkan diri jadi game developer yang bisa kalian praktekkan sekarang juga
Seperti pekerjaan lainnya, untuk menjadi game developer dibutuhkan hardskill dan softskill. Hardskill adalah kemampuan teknis yang dibutuhkan dalam membuat game, misalnya kemampuan programming atau kemampuan membuat art. Sedangkan softskill adalah kemampuan nonteknis yang mendukung pekerjaan, mislanya kemampuan komunikasi, kerjasama dalam tim, kepemimpinan, dan lain-lain.
Pada post kali ini kita akan bahas bagaimana mempersiapkan diri menjadi seorang game programmer dan game artist sejak dini. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa langsung teman-teman praktekan:
- Kalau kamu masih di bangku sekolah:
- Programmer:
- Perdalam pelajaran matematika dan fisika, karena sangat berguna dalam memecahkan berbagai problem dalam membuat game. Kalau kamu bisa tahu kalau Angry Birds dibuat dengan menerapkan gerak parabola itu merupakan awal yang baik
- Untuk mendapat gambaran programming itu seperti apa, kalian bisa coba-coba berbagai tools membuat game yang memanfaatkan scripting, misalnya RPGMaker, GameMaker, atau Adobe Flash.
- Persiapkan diri untuk kuliah di jurusan yang sesuai, misalnya Informatika atau Computer Science.
- Perdalam pelajaran matematika dan fisika, karena sangat berguna dalam memecahkan berbagai problem dalam membuat game. Kalau kamu bisa tahu kalau Angry Birds dibuat dengan menerapkan gerak parabola itu merupakan awal yang baik
- Artist:
- Biasakan diri dengan traditional art, seperti menggunakan pensil atau pena, dan digital art, misalnya menggunakan Photoshop atau Illustrator
- Persiapkan diri untuk kuliah di jurusan yang sesuai, misalnya Desain Komunikasi Visual (dengan fokus di Multimedia atau Digital Art), atau jurusan game visual design di luar negeri.
- Rajin-rajin latihan, belajar membuat berbagai art, atau mencoba-coba berbagai tutorial
- Programmer:
- Kalau kamu sudah kuliah di jurusan yang cocok:
- Programmer
- Fokus di dasar pemrograman, dan konsep-konsep dasar, jangan terikat dengan satu bahasa pemrograman atau platform
- Coba-coba berbagai platform/bahasa pemrograman dengan membuat berbagai game kecil, sekaligus untuk membuat portfolio.
- Coba-coba juga topik-topik programming yang lebih rumit yang biasa digunakan di game, misalnya AI, networking, 3D, dan lain-lain.
- Banyak-banyak latihan problem solving dengan soal-soal programming
- Artist
- Pastikan kamu menguasai topik-topik dasar seperti rupa, animasi, teori warna, dan lain-lain
- Setelah mahir dengan yang dasar, cobalah berbagai style visual, misalnya pixel art, vector, raster, atau 3D untuk memperkaya portfolio art kamu.
- Cobalah berbagai tools yang bisa digunakan untuk membuat game art
- Pahami role-role artist yang ada, dan mulai fokuskan keahlian kamu, misalnya 2D artist, 3D artist, concept artist, dan lain-lain
- Perbanyak pengetahuan kamu tentang game art, dan pelajari teknik-teknis artist lain
- Programmer
- Kalau kamu sudah kuliah tapi di jurusan yang tidak cocok:
- Programmer
- Pelajari skill-skill dasar pemrograman dengan mengikuti training, workshop, atau berbagai tutorial
- Mulai bangun portfolio dengan mempelajari dan memodifikasi contoh-contoh game yang sudah ada
- Artist
- Fokus ke mempelajari dasar-dasar art, seperti anatomi, animasi, komposisi warna, dan lain-lain.
- Bergabunglah ke komunitas art, dimana kamu bisa belajar dari artist-artist yang sudah berpengalaman
- Programmer
- Kalau kamu sudah kerja tapi di bidang non-game:
- Luangkan waktu kamu untuk belajar teknis membuat game, baik itu programming atau art. Bikin komitmen misalnya tiap hari dua jam, atau misalnya tiap sabtu, yang penting harus konsisten.
- Cari partner atau komunitas untuk belajar bersama, biar lebih semangat dan bisa saja mengerjakan game bareng.
- Fokuskan untuk menyelesaikan game, jangan terlalu banyak memulai project game tapi tidak diselesaikan.
Semoga beberapa tips di atas bisa memberi gambaran persiapan apa yang perlu dilakukan untuk jadi game programmer atau artist. Di post berikutnya kita akan bahas hal-hal apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memulai membuat game.
(Artikel ini pertama kali dimuat di HotGame edisi 306)
5 Recent Comment