Agate Studio di Casual Connect Asia 2014, Singapore

Pada 20-22 Mei 2014, perwakilan Agate Studio ‘terbang’ ke Singapore demi mengikuti event Casual Connect (CasCon) Asia yang terselenggara di Shangri-La Hotel. Crew yang mewakili Agate Studio yaitu CEO Agate Studio Arief Widhiyasa, Product Manager Football Saga 2 Dave Fabrian, Head of Publishing Andrew Pratomo, dan Produser Zaki Andiga. Terhitung, Agate Studio sudah mengikuti CasCon Asia ketiga kalinya.

Courtesy Duniaku.net

Tim Agate Studio di CasCon Asia 2014. Courtesy by Duniaku.net

CasCon adalah sebuah event internasional profesional, mulai diadakan tahun 2005, yang memberikan sumber edukasi dan komunitas bagi developer yang membuat game, khususnya game kasual, untuk konsumen pasar secara massal.

Yang dimaksud game kasual di sini adalah video game yang diperuntukkan untuk masyarakat luas dan keluarga, mudah dimainkan, menyenangkan, dan penggunaanya di berbagai platform. Contoh yang populer seperti Tetris, Bejeweled, atau Farmville.

Ada beberapa agenda utama dalam CasCon Asia 2014 ini. Agenda itu diantaranya Indie Prize Showcase, Seminar, dan Networking. Pada Indie Prize Showcase ini, developer-developer menunjukkan game kreasinya. Agate Studio membawa Golem untuk ditunjukkan di Indie Prize Showcase.

Review Golem

IMG-20140521-WA0002

Pengunjung yang Tengah Bermain Golem. Photo by : Zak

Selain Indie Prize Showcase, seminar dengan lebih dari 50 materi juga dapat dipilih peserta CasCon untuk dihadiri. Seminar-seminar ini terbagi di tiga lokasi, selama tiga hari, dan mempunyai jadwal masing-masing. Mirip dengan Talent Development Saturday nya Agate Studio loh ;)

Demo Morpheus dari Sony

Demo Morpheus dari Sony. Photo by: Zak

Bertemunya dengan pelaku Industri Game skala Asia ini dimanfaatkan juga para peserta untuk networking. Berkenalan dan berdiskusi, membicarakan kondisi market masing-masing, hingga kemungkinan tercipta peluang-peluang kerjasama di kedepannya.

Ketika ditanya benefit yang dirasakan dari CasCon ini, Dave menyebutkan, “Bisa melihat perkembangan dari game dev Asia, terutama yg indie. Kemudian dapat melihat tren dalam industri game seperti kondisi market, service-service yang tersedia, hingga strategi yang mereka lakukan. Sehingga Agate bisa refleksi diri apakah sudah menuju arah yang benar, apa yang harus kita improve untuk mengejar ketinggalan dari para raksasa-raksasa game industry.”

Selain itu, Dave juga mengaku, “Bisa berkenalan dengan para senior dari company yang besar lalu minta kritik dan saran yang bisa membangun dan improve Agate. Dengan mengenalkan diri dari Indonesia, dapat menunjukkan potensi dari game dev dan market game di Indonesia.”

Uniknya, pada acara ini, Agate justru mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan game dev lokal dari Indonesia yang jarang bertemu. Semua game dev lokal merasa bangga bisa mewakili industri Game Indonesia di event yang cukup besar, terutama ada dua game dev local yang dapat penghargaan atas game mereka di Indie Prize Showcase.

Nah, setelah mendengar pengakuan dari Dave mengenai benefit CasCon Asia 2014, tertarik untuk ikut di event berikutnya?

Board Game di Agate Studio?

Siapa bilang Agate Studio hanya punya video game?

Nelson di Prototype Day #14 sempat menampilkan board game karyanya. Sebelumnya, Nelson juga sempat menampilkan board game kreasinya di Talent Development Saturday.

Board game karya Nelson ini diberi nama Lovestruck : Get Married. Game ini menceritakan bagaimana sekumpulan sahabat mengadakan taruhan untuk siapapun yang berhasil menikah terlebih dahulu adalah pemenangnya. Caranya adalah memberikan benda-benda yang merupakan interest dari perempuan yang ditarget kemudian pupuk cinta dengan memasang kartu hati sampai cukup untuk nikah. Selain itu, usahakan agar pemain lawan jangan sampai menikah duluan. Perlu dilakukan trik-trik tertentu selama bermain.

Untitled

Bentuknya seperti ini :

Untitled

Komponen dalam game :

Untitled

Ketika pemain akan memulai permainan, pemain akan diminta memilih player board secara acak. Ada player board Business Guy, Macho Man, Model Boy, Gaming Nerd, Plain Guy, dan The Richest Boy. Setiap player board mempunyai tingkat kepintaran, kekayaan, dan penampilan yang berbeda-beda.

Untitled

Sebagai contoh, untuk player board Super Athlete, dia akan punya INT (Intelligence)/Kepintaran di level 1, INC (Income)/Penghasilan 3, dan SAP (Sex Appeal)/Penampilan 2. Masing-masing level dari tiga komponen tersebut ditandai oleh Status Marker. Selain player board, ketika game dimulai pemain juga akan mendapatkan 20 Gold dan 3 kartu yang didapatkan secara acak. Kartu tersebut juga menjadi modal untuk ‘status’ pemain.

Setelah semua pemain mendapatkan semua modalnya, pemain yang mempunyai tingkat SAP adalah yang dahulu bermain. Alias pemain paling ganteng. Jika ada pemain yang mempunyai tingkat SAP yang sama, penilaian urutan pemain dipilih berdasarkan tingkat INT, yaitu kepintaran. Penilaian terkahir adalah INC, penghasilan.

Pemain kemudian akan bermain mengikuti timeline yang disebut fase. Fase pertama adalah event. Pada fase ini, akan diambil kartu dari event deck. Setiap kartu event yang diambil akan berlaku pada seluruh pemain. Contoh kartu event :

Untitled

Fase berikutnya adalah restock. Pada fase ini, pemain akan kembali mendapatkan resources untuk bermain. Pemain akan mendapatkan Brain sesuai dengan tingkat INT, Gold sesuai dengan tingkat level INC, dan 2 kartu dari plot deck. 

Untitled

Setelah fase restock, fase berikutnya adalah Auction Property. Pada fase ini, setiap pemain menentukkan berapa Gold yang akan di keluarkan di fase ini. Pemain tidak boleh menunjukkan dahulu jumlah Gold yang akan dipasang. Setelah perintah, pemain serentak akan menunjukkan jumlah Gold yang akan dipasang secara bersamaan. Pemain dengan Gold tertinggi akan mempunyai keleluasaan memilih kartu property yang diinginkan.

Untitled

Fase berikutnya adalah girl hunt. Pada fase ini, akan dikeluarkan kartu dari Girl Deck. Pemain yang berhak menjadi pacar adalah pemain yang mempunyai property sesuai dengan permintaan si wanita. Sebagai contoh, di bawah ini, pemain yang mempunyai property berlian lah yang dapat menjadi pacar.

card

Fase setelah girl hunt, adalah fase main phase. Pada fase ini, pemain melancarkan strateginya sebagai pemain. Pemain dapat menempelkan kartu hati pada pacar untuk kecan, dapat melengkapi property, hingga menjegal lawan agar jangan sampai menikah. Berikutnya adalah fase maintenance. Fase maintenance ini, pemain diharuskan membayar dengan sejumlah Gold yang tertera di kanan atas kartu-kartu yang dimiliki oleh pemain.

win

Pemain yang menang adalah pemain yang memiliki girlfriend dengan hati lebih dari 6 boleh menyatakan ingin menikah jika pemain tersebut juga memiliki property yang sesuai dengan interest dari pacar yang akan dinikahi. Pernikahan akan berlangsung pada giliran main berikutnya. Tugas pemain lainnya adalah mencegah agar kita tidak berhasil melangsungkan pernikahan pada giliran main berikut. Permainan berakhir ketika ada pemain yang berhasil menikah.

Seru bukan? Punya ide board game kamu sendiri?

Shieny Aprilia di Kelas Inspirasi

ki

Shieny Aprilia, co-founder sekaligus lead of Agate Level Up, sempat share di kelas inspirasi. Kelas Inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional, serta agar para profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan Indonesia.

Bermula dari ajakan teman, Shieny kemudian ikut mendaftar. Shieny mewakili profesi developer game, dan lolos seleksi. “Saya ingin sharing serunya menjadi pembuat game ke anak-anak, yang kemungkinan besar mereka tidak tahu bahwa di Indonesia juga ada pembuat game.”

Kelas Inspirasi tempat Shieny bergabung diadakan di SDN Kebon Kosong 14 Pagi, Kemayoran. Sejak pukul 07.00, Shieny dan kawan-kawan professional sudah siap mengajar di kelas. Setiap kelas, berisi dua professional. Selama 40 menit Shieny share di kelas 2, 3, 5, dan 6 SD.

20140424_113702

Ketika proses sharing berlangsung, Shieny merasakan sensasi kekaguman anak-anak ketika mendengar pembuat game dari Indonesia. Menurut Shieny, anak-anak SD tersebut terpaku ketika Shieny memutar trailer game dari Agate Studio. Semua anak-anak di kelas berebut memainkan game Agate. Ketika diminta mengantri, antrian pun mengular.

Path 2014-04-24 19_37

Shieny merasa bahwa kelas Inspirasi ini selain menginspirasi anak-anak, juga menginspirasi Shieny untuk berkarya lebih baik.

Tonton videonya :

Cek web Kelas Inspirasi : http://kelasinspirasi.org/

Developer Economics : App Develepors Spread & Smartphone

VisionMobile baru-baru ini mempublikasi riset “Developer Economic” nya yang ke-6. VisionMobile merupakan perusahaan yang melakukan riset pada nilai ekonomis dari apps dan model binis perangkat mobile.

Beberapa minggu ke depan, Agate Studio akan membahas satu-satu dari hasil riset “Developer Economic”. Penelitian “Developer Economic” dilakukan dengan survey skala besar dan wawancara dengan satu-satu developer. Survey dilakukan selama lima minggu antara Oktober hingga akhir November 2013, dan wawancara mulai dari November hingga December 2013.
Survey ini mendatangkan 7000 responden, berasal dari 127 negara, termasuk US, China, India, Israel, UK, Russia, Kenya, Brasi, dan Jordan. Geografis dari Survey ini dianggap sangat mencerminkan skala global dari mobile app economy.

Pada tahun 2013, nilai dari app secara global adalah $68 Milyar, dan diperkirakan akan meningkat hingga $143 Milyar di tahun 2014. Asia memegang developer app terbanyak yaitu sebanyak 760.000.

App Developers Spread

Pengembangan app pada 2013 menunjukkan bahwa fase pertama dari ekosistem mobile meninggalkan beberapa kartu yang tertinggal untuk dimainkan. Duopoli perangkat mobile, yaitu Android dan iOS akan bertahan hingga tiga tahun ke depan.

Android memegang 81% dari penjualan Smartphone pada Quartal ke 3 di tahun 2013 dan sekarang berkembang dengan banyak jenis baru : “Internet, Otomotif, Pendidikan, dan Hiburan.” Penjualan iOS di belakang Android, namun tetap sebagai platform paling penting jika melihat dari pendapatannya. Windows phone mengambil momentum ketika Blackberry 10 mengalami penjualan di bawah target bermargin besar.
Pada tahun 2013, penjualan Smartphone mencapai 55% dari total penjualan perangkat telepon genggam. Pada Negara berkembang, $50 Android sangat cepat mengganti fitur-fitur telepon dan membuka inovasi baru pada bisnis, perdagangan, dan pendidikan.

Smartphone vs Non Smartphone

Dalam pasar Android, Samsung memimpin pasar ini. Samsung mendominasi 31% dari penjualan Smartphone di Quartal ke 3 2013. Samsung di Quartal ke 4 2013 mengalami penurunan profit sebesar 18%. Samsung menghadapi peningkatan kompetisi pasar smartphone oleh Apple dan beberapa vendor Cina.

Brand Smartphone Android seperti Huawei, Lenovo, dan LG telah menggantikan HTC dari leaderboard. HTC sempat menjadi top smartphone selama beberapa tahun, namun sekarang telah tergelincir dan menghadapi masalah yang serius dengan penjualan tidak baik di beberapa Quartal.
Ini merupakan indikasi kompetisi yang sengit antara OEM Android di mana kesempatan untuk diferensiasi berkurang, mengingat Google menciptakan ekosistem di dalam seluruh Android dengan API dan Google Play Service.

Di luar itu, Nokia diakuisisi dengan Microsoft dan Blackberry melakukan penahanan pada perencanaan kebangkitan dan berfokus pada solusi enterprise. Nokia dan Blackberry melakukan perubahan akibat kompetisi yang disebabkan iPhone dan Android.
Ketika Apple sukses pada peluncuran iPhone 5s/5c, pada saat yang sama, di Quartal ke 4 2013, pendapatan tumbuh 13%. Pendapatan tumbuh 13% ini adalah di bawah ekspektasi investor, Dan pendapatan ini lebih lambat daripada pertumbuhan pasar smartphone yaitu 41%. Hal ini merujuk pada gap di inovasi produk setelah iPad. Apple juga harus menghadapi China, sebagai pasar penting dan menambah 750 juta pengguna.

Windows Phone mengalami peningkatan secara signifikan di Quartal ke 3 2013, menunjukkan peningkatan 140% dari tahun ke tahun, ditopang utama oleh penjualan device low end. Menurut Kantar, Penjualan Windows Phone dalam tiga bulan menuju Oktober 2013 mencapai double digit di pasar Eropa. Ini adalah pertanda positif untuk melanjutkan peningkatan kompetisi pada iOS dan Android. Microsoft mencapai biaya $10.000 untuk pengembangan.

Sumber : http://www.developereconomics.com/reports/q1-2014/

« Older Entries Recent Entries »