Antusiasme Bandung pada Global Game Jam 2014

Per tanggal 24 Januari 2014, Agate Studio ikut serta dalam acara akbar industri game : Global Game Jam. Global Game Jam adalah saat di mana siapapun bisa ikut membuat game, hanya dalam waktu 48 jam. Acara diadakan serentak seluruh dunia, namun tetap mengikuti timezone masing-masing.

WP_20140124_002
Agate Studio bergabung dalam Global Game Jam, tidak hanya sebagai peserta atau disebut jammers, namun juga sebagai penyedia tempat untuk para jammers membuat game.
Bermula di tanggal 24 Januari 2014, Global Game Jam 2014 atau yang mendapat hastag di media sosial #BDGGGJ2014 resmi dibuka di Bandung Digital Valley. Bandung Digital Valley adalah fasilitas dari PT Telekomunikasi Indonesia yang di dalamnya terdapat program-program untuk mendukung industri kreatif digital Bandung.
Bertempat di lantai 4, gedung R & D, panitia Global Game Jam 2014, dalam hal ini Aditia Dwiperdana, membuka rangkaian acara pada pukul 15.00. Acara diawali oleh pemberian materi artist oleh Jammy Lesmana. Jammy Lesmana adalah Lead Game Designer di Magato sekaligus Dosen Universitas Maranatha. Setelah materi artist, materi programming dibawakan oleh Gregorius Soedharmo. Gregorius Soedharmo adalah Head of Programmer di Agate Studio. Dua pembicara tersebut mempunyai keunikan sendiri dalam tampilannya. Jammy Lesmana dengan rambut yang diikat ekor kuda namun setengah, sedangkan Gregorius Soedharmo bercelana pendek dan tanpa alas kaki. Mereka membagi tips dan trik dalam membuat game secara 48 jam.

WP_20140124_003

WP_20140124_005

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembentukan kelompok, dan makan malam. Setelah makan malam, jammers berduyun-duyun menuju lokasi kedua #BDGGGJ2014 yaitu, Agate Studio HQ. Jammers kemudian menggunakan Agate Studio HQ untuk membuat game, sampai penutupan acara, yaitu tanggal 26 Januari 2014.

Bev3izQCAAAV5_W Bevvy4hCQAAz1qGWP_20140124_007 WP_20140124_008 WP_20140125_001

Total jammers #BDGGGJ2014 berjumlah 46 orang dan dari berbagai latar belakang. Ada yang praktisi, mahasiswa, bahkan siswa sekolah. Semua berkumpul , mengerjakan game, makan, main, bahkan tidur dan mandi di lokasi yang sama, yaitu Agate Studio HQ. Sekalipun jammers sempat mengalami kendala teknis karena kelebihan beban pada Wi Fi lokasi, namun jammers tetap terlihat antusias dan mengakali dengan modem. Hasilnya? Sebanyak 12 game tercipta dalam 48 jam. Wow! Bahkan jumlah game yang tercipta ini melebihi dari game yang dihasilkan di kota-kota di Indonesia yang ikut merayakan Global Game Jam. Bali 4 game, Surabaya 6 game, Jogja 8 game, Jakarta 6 game, dan Depok 3 game.

Pada #BDGGGJ2014 ini, jammers menobatkan game Universo dengan genre puzzle sebagai game favorit karena aransemen lagunya dan makna game yang justru dalam, yaitu merefleksikan sifat dari manusia. Tujuan game tersebut adalah membuat alam semesta seimbang sekalipun setiap sifat manusia sangat beraneka ragam.

WP_20140126_003

Berikut ini screenshot dari game-game yang sudah dibuat :

1. Burglar Boom Saga

Burglar Boom Saga adalah game di mana kita sebagai petugas keamanan berusaha mencegah pencuri mengambil barang di suatu rumah. Cara petugas keamanan? Bom atap rumahnya! :) )

Burglar Boom Saga

2. Candi Crush Naga

Nama game ini pelesetan dari game.. you know lah. Isi game ini adalah kita sebagai naga bertugas untuk menerobos orang-orang kerajaan mencapai candi.

Game ini dimainkan dengan swipe.

screen_shot_2014-01-26_at_16.12.28

3. Crush the Candy King

Game ini berplatform Android. Bertugas untuk menembak-nembak musuh sambil menghindari senjata musuh yang diluncurkan. Senjata yang digunakan mengambil dari permen-permen ala Candy Crush Saga.

screenshot_mainmanu_0

4. Evil Doll

Game ini mengambil cerita yang lagi populer, boneka hantu. Pertama tugas kita adalah sembunyi dari si boneka. Jangan sampai kita tertangkap. Tanda yang digunakan adalah suara. Selanjutnya, kita harus mencari boneka itu bersembunyi di mana. Bertema horror dan dukungan suara membuat bahkan Si Pembuat game pun masih sering terkejut jika ‘tertangkap’ si boneka.

screen_shot_2014-01-26_at_3.52.12_pm5. Game : The Game

Dalam game ini pemain ditempatkan sebagai game. Pemain akan melakukan tindakan manual untuk proses-proses dalam game seperti pengurangan score atau menghilangkan musuh.

game_1_0

6. Inochi No Kagami

Game ini adalah game story telling berisi anak SMA yang merasakan perbedaan dalam kesehariannya.inochi_no_kagami_07. Projek Mobil

Game ini tentang pemain yang ditempatkan sebagai mobil. Mobil yang sedang dalam perlombaan keluar jalur hingga terdampar di hutan. Mobil berusaha untuk melewati hambatan-hambatan seperti monster.

1_58. Romance Stalker

Punya pria pujaan? Ingin tahu banyak tentang dia? Mungkin harus belajar jadi stalker di sini dulu. Jangan sampai ketahuan pria pujaannya ya!

screen_shot_2014-01-26_at_2.13.46_pm

9. See the Same

Nah ini uji mata ni. Harus cari apa yang salah dan apa yang sama dalam gambar.

title_010. Trash Hunter

Terinspirasi dari banjir yang melanda di Ibukota Jakarta, game ini bertugas untuk mendapatkan sampah di sungai. Biar tidak banjir lagi ya!simpan

11. Vanish

Jangan sampai terkena peluru musuh! Perhatikan radar! Karena memang hanya yang tertangkap radar sajalah kita mampu menghindari musuh. Jadi hati-hati ya!

shot1_0

12. Universo

Nah ini game favorit dari #BDGGGJ2014. Jammers menyebutnya game galau karena makna nya yang dalam.

screenshot_9

Seru kaaaaan? Jadi, tunggu Global Game Jam selanjutnya! -Fa

Info Penting untuk Develop Game

kreativitas-dunia

Tepat hari Jumat, 17 Januari 2014, Arief Widhiyasa CEO Agate Studio mendapat kesempatan untuk berbicara mengenai Develop Game di Kick Andy Show. Bagi yang tidak sempat menonton, bisa lihat review dan video nya kembali.

Sejak saat itu, Agate Studio mendapat banjiran pertanyaan. Jawaban-jawaban pertanyaan sebenarnya sudah pernah dimuat di media Agate Studio, namun tidak ada salahnya kami mencoba merangkumnya kembali.

SIAPA SAJA YANG TERLIBAT DALAM PEMBUATAN GAME DI AGATE STUDIO?

Dalam pembuatan game, terdapat beberapa pihak yang berperan sebagai Developer dan Pendukung. Bisa cek di SINI untuk jelasnya.

Nah, selain itu, Agate Studio juga pernah membahas lebih detail untuk masing-masing posisi.

PLATFORM APA YANG DIGUNAKAN AGATE STUDIO DALAM MEMBUAT GAME?

Secara general, ada beberapa platform yang digunakan dalam develop game

BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG DARI GAME?

Dalam develop game, ada beberapa sumber untuk mendatangkan uang. Sumber-sumber tersebut bisa dibaca :

APAKAH AGATE STUDIO MENYELENGGARAKAN KURSUS MEMBUAT GAME?

Hingga tulisan ini dibuat, Agate Studio belum menyelenggarakan kursus membuat game. Namun tenang, Agate Studio sudah memuat beberapa materi pembuatan game yang bisa kamu baca kembali.

Contoh video tutorial seperti ini :

Jika ada yang lebih penasaran bagaimana Agate Studio, juga dapat dilihat video :

Segitu dulu postnya, mudah-mudahan bermanfaat yaa.

Merry Christmas from Agate!

Tepat hari Selasa (17/12), Agate Studio merayakan natal di kantor Agate Studio. Menurut panitia, diadakan natal adalah karena natal dirayakan bersama keluarga, dan Agate Studio adalah keluarga kedua.

Perayaan natal kali ini pun dikemas unik. Peserta melakukan rangkaian acara diringi narasi tokoh. Pada cerita tersebut, peserta acara akan ikut mengiringi narasi, mulai dari nyanyian hingga penyalaan lilin malam kudus.

Ceritanya adalah ketika seorang pemuda bernama Axel merutuki kekurangan hartanya. Axel tidak berpekerjaan, namun senang menolong orang di sekitarnya. Axel menginginkan Ia mempunyai harta yang banyak agar dapat mempersembahkan kepada Tuhan Yesus lebih banyak lagi. Namun, ketika sampai di rumah, ia mendapati bingkisan di depan rumahnya, dan ternyata isinya malaikat.

Malaikat tersebut membawa Axel kepada cerita mengenai tukang arloji yang sangat miskin bernama Herman Joseph. Herman tidak mampu memberi apapun ke patung Bunda Maria yang tengah menggendong Yesus, seperti tradisi masyarakat di kotanya. Masyarakat di kotanya berlomba-lomba untuk memberikan hadiah terbaik ke patung Bunda Maria yang menggendong Yesus tersebut karena legenda mengatakan bahwa tangan Yesus akan dapat terulur pada hadiah yang diberikan padanya, jika Yesus menyukainya.

Sekalipun miskin, Herman tidak surut membantu orang-orang di sekitarnya. Herman sering membantu membetulkan mainan anak-anak di sekitar rumahnya dan tidak mau menerima bayaran se sen pun. Herman pun tidak menurunkan semangatnya untuk membuat persembahannya kepada Yesus. Herman memilih membuat jam dinding. Setiap bagian dikerjakan dengan hati-hati dan teliti. Akibat Herman mengerjakan jam dinding itu terus menerus, Herman tidak sempat membuat jam lain untuk dijual. Herman pun sering tidak makan.

Bertahun-tahun kemudian, ketika jam dinding itu selesai dan sudah siap sebagai hadiah natal, Ia bertemu tetangganya. Tetangganya mengatakan tidak punya uang untuk merayakan natal karena uangnya sudah habis, kepala keluarga tersebut terkena kecelakaan dan harus dirawat di RS. Herman kemudian berjanji membantu tetangganya dengan menjual arloji lama yang Ia punya.

Akan tetapi, orang yang Herman tuju untuk membeli arlojinya itu justru lebih ingin jam dinding yang sudah Herman siapkan bertahun-tahun itu. Herman kemudian merelakan jam dinding dibeli orang tersebut. Herman kemudian menyerahkan seluruh uangnya untuk tetangganya. Karena tidak punya apa-apa lagi, Herman kemudian hanya membawa apel untuk diletakkan di bawah patung Bunda Maria. Apel adalah satu-satunya makanan yang Ia punya. Dan mukjizat, patung Yesus mengulurkan tangannya untuknya.

Karena cerita itu, Axel menyadari kesalahannya karena Ia sempat merutuki kekurangannya. Sebagai umat-Nya, kita harus saling tolong menolong kepada sesama dengan kemampuan kita yang ada.

Narasi itu kemudian diisi dengan nyanyian-nyanyian peserta Natal seperti lagu Mary’s Boy Child, Jingle Bell, First Noel, Joy To The World, Malam Kudus, dan Gloria.

Acara Natal tersebut kemudian dilanjutkan dengan beberapa games, dan tukar kado.

Selamat Natal, everyone! -Fa

Sekelumit Tips Arief Widhiyasa

Selasa lalu, 17 Desember 2013, CEO Agate Studio diundang ke Hotel Mutiara. Acara yang diselenggarakan LP3I itu, membawa tema “Meretas Peluang menjadi Entrepreneur Sukses melalui Game Mobile Development.”

Berikut rangkuman tipsnya dari twitter Agate Studio

Entrepreneur_name.154100112_std

Pd sharing d LP3I, Arief Widhiyasa menybutkn knp bidng game pny potensial market, krn pd akhirny mulai dr ank2 hingga lansia akn brmain game.

Revenue yg di dapatkan dari game ada 4 cara, yaitu Retail Sales, Advertising, Sponsorship, dan Micro Transactions.

Menjadi entrepreneur bukan untuk mencari uang, namun menjadi pemecah masalah untuk masalah2 di sekitar kita. Berangkatlah dari masalah itu.

Menurut Arief, kenapa game, karena elemen reward/positif di kehidupan nyata kurang, sehingga game adl u/ dunia lebih bahagia.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi entrepreneur adalah Market, Talent, Capital, dan Development.

Integritas pada Tuhan, Integritas pada Orang Tua, Setia pada Pasangan, Integritas pada Bisnis, dan Senyum alh modal mental entrepreneur

Agate Studio di Pekan Kreatif Indonesia

Pekan Kreatif

Pekan lalu, mulai Jumat (29/11) hingga Minggu (1/12), Agate Studio aktif dalam kegiatan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia di Epicentrum Walk (Epiwalk), JL. H. R. Rasuna Said, Jakarta. Mengusung tema PPKI Indonesia Creative Power 2013 Kreatif Berdaya Saing, Agate Studio yang diwakili oleh Arief Widhiyasa, CEO Agate Studio, mengikuti acara-acara yang diadakan bergiliran di café-café yang berbeda.

Seperti pada Jumat (29/11), acara yang diberikan sub topik “Create the next Indonesia Digital Citizen” diadakan di Comic Café. Comic Café dengan dekorasi unik dan fun karena menggunakan berbagai tokoh komik untuk ornamen-ornamen ruangnya menjadi hangat dengan diskusi-diskusi yang berkembang oleh praktisi seperti Founder Kaskus Andrew Darwis, pakar Teknologi Informasi Richardus Eko Indrajit, dan Founder DailySocial.net Rama Mamuaya yang menjadi moderator.

Sesekali Perwakilan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) Hari S. Sungkari, Direktur Kerja Sama dan Fasilitasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lolli Amalia Abdullah, dan Arief Widhiyasa menambahkan diskusi menjadi kesimpulan yang menarik mengenai kekurangan industri IT Kreatif Indonesia, Infrastruktur dan Ekosistem. Jumat malam, di tempat yang sama, hadir Budiono Darsono yang semangat menceritakan perjalanan beliau membesarkan Detik.com dan sering mengundang tawa dari bangku penonton karena gaya jenaka beliau bercerita.

Masuk hari Sabtu (30/11), bertempat di Talaga, Arief Widhiyasa dan Co-Founder Main Studios Marlin Sugama menjadi moderator di diskusi bertema “Connecting The Puzzle to Create A Better Game Industry“. Hadir Founder Duniaku.net Ami Raditya perwakilan media, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Andy Suryanto perwakilan Industri Game, Hari S. Sungkari, dan Lolli Amalia perwakilan pemerintah menjadi narasumber pada acara ini.

Pada sesi ini, disimpulkan kurangnya komunikasi antara pelaku industri game seperti developer game, publisher game, dan pemerintah menjadi sumber penghambat perkembangan industri kreatif game Indonesia. Oleh sebab itu, semua menjadi sepakat bahwa forum seperti PPKI maupun wadah seperti AGI akan mampu mendukung perkembangan industri game Indonesia. Pada kesempatan saat ini juga, Hari S. Sungkari membagi hal-hal positif didaftarkannya hasil karya untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Turunan HAKI ini seperti copyright yang dapat berlaku 50 tahun, trademark berlaku 10 tahun, desain industri berlaku 10 tahun, rahasia dagang, dan paten berlaku 20 tahun.

Kemudian, hari terakhir yaitu hari Minggu (1/12), Arief Widhiyasa mempresentasikan Agate Studio di Mango Tree Café. Hal ini juga dilakukan oleh berbagai developer game untuk mempresentasikan perusahaan maupun produk game terbaru mereka, salah satunya Altermyth yang sudah 10 tahun berdiri. Audiens dari diskusi tema “Global, Antusiasm, Merchandise, Expanding” ini dari berbagai kalangan, termasuk siswa.

Marlin Sugama yang kembali menjadi moderator sempat mengundang beberapa developer produk TI yang tergolong baru, untuk mempresentasikan hasil kreasi mereka. Salah satunya adalah Eldwin Viriya dari Own Games, yang mempresentasikan Eyes on Dragon – Action adventure game for Nokia Lumia WP8 smartphones. Hasil presentasi tersebut kemudian dinilai oleh juri seperti dari Adways Indonesia, Altermyth, Touchten, dan juga Agate Studio. Acara kemudian di tutup di panggung utama PPKI. Arief Widhiyasa sempat diundang oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu untuk berbicara di atas panggung.

Menyenangkan dan tentunya ilmu sangat berlimpah. Jadi, sampai jumpa di PPKI berikutnya ya! -Fa

« Older Entries Recent Entries »