Agate Studio di Pekan Kreatif Indonesia

Pekan Kreatif

Pekan lalu, mulai Jumat (29/11) hingga Minggu (1/12), Agate Studio aktif dalam kegiatan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia di Epicentrum Walk (Epiwalk), JL. H. R. Rasuna Said, Jakarta. Mengusung tema PPKI Indonesia Creative Power 2013 Kreatif Berdaya Saing, Agate Studio yang diwakili oleh Arief Widhiyasa, CEO Agate Studio, mengikuti acara-acara yang diadakan bergiliran di café-café yang berbeda.

Seperti pada Jumat (29/11), acara yang diberikan sub topik “Create the next Indonesia Digital Citizen” diadakan di Comic Café. Comic Café dengan dekorasi unik dan fun karena menggunakan berbagai tokoh komik untuk ornamen-ornamen ruangnya menjadi hangat dengan diskusi-diskusi yang berkembang oleh praktisi seperti Founder Kaskus Andrew Darwis, pakar Teknologi Informasi Richardus Eko Indrajit, dan Founder DailySocial.net Rama Mamuaya yang menjadi moderator.

Sesekali Perwakilan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) Hari S. Sungkari, Direktur Kerja Sama dan Fasilitasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lolli Amalia Abdullah, dan Arief Widhiyasa menambahkan diskusi menjadi kesimpulan yang menarik mengenai kekurangan industri IT Kreatif Indonesia, Infrastruktur dan Ekosistem. Jumat malam, di tempat yang sama, hadir Budiono Darsono yang semangat menceritakan perjalanan beliau membesarkan Detik.com dan sering mengundang tawa dari bangku penonton karena gaya jenaka beliau bercerita.

Masuk hari Sabtu (30/11), bertempat di Talaga, Arief Widhiyasa dan Co-Founder Main Studios Marlin Sugama menjadi moderator di diskusi bertema “Connecting The Puzzle to Create A Better Game Industry“. Hadir Founder Duniaku.net Ami Raditya perwakilan media, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Andy Suryanto perwakilan Industri Game, Hari S. Sungkari, dan Lolli Amalia perwakilan pemerintah menjadi narasumber pada acara ini.

Pada sesi ini, disimpulkan kurangnya komunikasi antara pelaku industri game seperti developer game, publisher game, dan pemerintah menjadi sumber penghambat perkembangan industri kreatif game Indonesia. Oleh sebab itu, semua menjadi sepakat bahwa forum seperti PPKI maupun wadah seperti AGI akan mampu mendukung perkembangan industri game Indonesia. Pada kesempatan saat ini juga, Hari S. Sungkari membagi hal-hal positif didaftarkannya hasil karya untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Turunan HAKI ini seperti copyright yang dapat berlaku 50 tahun, trademark berlaku 10 tahun, desain industri berlaku 10 tahun, rahasia dagang, dan paten berlaku 20 tahun.

Kemudian, hari terakhir yaitu hari Minggu (1/12), Arief Widhiyasa mempresentasikan Agate Studio di Mango Tree Café. Hal ini juga dilakukan oleh berbagai developer game untuk mempresentasikan perusahaan maupun produk game terbaru mereka, salah satunya Altermyth yang sudah 10 tahun berdiri. Audiens dari diskusi tema “Global, Antusiasm, Merchandise, Expanding” ini dari berbagai kalangan, termasuk siswa.

Marlin Sugama yang kembali menjadi moderator sempat mengundang beberapa developer produk TI yang tergolong baru, untuk mempresentasikan hasil kreasi mereka. Salah satunya adalah Eldwin Viriya dari Own Games, yang mempresentasikan Eyes on Dragon – Action adventure game for Nokia Lumia WP8 smartphones. Hasil presentasi tersebut kemudian dinilai oleh juri seperti dari Adways Indonesia, Altermyth, Touchten, dan juga Agate Studio. Acara kemudian di tutup di panggung utama PPKI. Arief Widhiyasa sempat diundang oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu untuk berbicara di atas panggung.

Menyenangkan dan tentunya ilmu sangat berlimpah. Jadi, sampai jumpa di PPKI berikutnya ya! -Fa

Tips agar diterima bekerja menjadi game programmer

Tips dari berbagai game developer Indie: Start creating your game, now.

Ingin diterima jadi game programmer di studio manapun? Buatlah game sampai selesai. Sesederhana itu. Walaupun kenyataannya tidak semua orang bisa melakukannya. Banyak hal yang membuat seseorang tidak pernah menyelesaikan satu game pun:

  • Tidak ada waktu. Sibuk kuliah.
  • Tidak bisa menggambar. Tidak punya kenalan yang bisa menggambar.
  • Tidak kuat mengerjakan game besar dan lama. Bosan.

Dan banyak lagi alasan yang biasa dilontarkan oleh orang-orang. Tapi kalau kalian memang punya passion untuk membuat game, kenapa kalian tidak pernah mencoba membuat sebuah game sampai selesai? Saya yakin tekad kalian pasti lebih kuat dari itu, buktinya kalian membaca artikel ini.

Kenapa kita perlu membuat game sampai selesai?

Bayangkan kalau kalian jadi pemilik studio lalu ingin merekrut programmer, bagaimana kita bisa tahu kemampuan orang yang bersangkutan?
  • Kalau orang tersebut pernah belajar C++ saat kuliah, apakah memastikan dia bisa menerapkan ilmu C++nya dalam pembuatan game?
  • Apakah orang yang bersangkutan bisa menggunakan bebagai konsep dasar pemrograman seperti conditional, loop, dan lain-lain untuk memecahkan masalah dalam pembuatan game?
  • Apa saja teknologi game development yang dikuasai?
Semua itu akan lebih mudah terjawab kalau kalian sudah punya portfolio game yang pernah kalian buat.

Bolehkah membuat game menggunakan game tools?

Kalian perlu cermati lagi lebih jauh studio yang kalian apply, apakah mereka membuat game menggunakan tools tersebut atau tidak. Untuk studio dengan produk game cukuip kompleks (Flash-based MMO, Multiplatform games, dll), kemungkinan besar mereka menggunakan native programming atau game framework yang membutuhkan kemampuan programming/coding. Dengan kata lain kalian perlu bisa coding menggunakan bahasa pemrograman yang umum digunakan, bukan sekedar scripting atau drag drop komponen di tools seperti RPGMaker, GameMaker, atau Construct2.

Bahasa pemrograman yang umum digunakan misalnya Actionscript 3, Java, C#, atau C++. Kalian harus menguasai salah satu bahasa pemrograman dengan baik, karena antar satu bahasa pemrograman dengan bahasa lain cukup banyak kesamaan terutama dari segi konsep, untuk mempelajari bahasa pemrograman lain tidak akan terlalu sulit.

Jika ternyata studio yang kalian apply memang menggunakan suatu tools spesifik untuk membuat game, misalnya RPGMaker, portfolio membuat game menggunakan RPGMaker dijamin akan membuat kamu lebih menarik untuk diterima.

Game seperti apa yang perlu dibuat?

Tema atau cerita game yang kalian buat tidak terlalu berpengaruh jika kalian ingin menjadi game programmer, justru perbanyak pengalaman problem solving kalian dengan membuat banyak jenis game, dengan berbagai genre atau platform. Kalian bisa mulai dari game-game klasik seperti Pong, Space Invaders, dan lain-lain, tidak harus memulai dengan membuat game RPG sekelas Suikoden.

Hal penting berikutnya adalah kalian harus bisa mengambil pelajaran dari setiap game yang kalian buat, karena untuk setiap game akan ada hal menarik yang bisa kalian ceritakan. Contohnya dalam Pong kita bisa belajar collision detection sederhana, pada Space Invaders kita harus menggunakan Object Oriented Programming untuk implementasi fitur peluru dan menembak, dan pada Minesweeper kita bisa menggunakan fungsi rekursif untuk event berantai saat kita mengklik kotak kosong. Menariknya, jika kita menggunakan fungsi rekursif pada platform mobile, ada kemungkinan out of memory, sehingga kita perlu cari alternatif implementasi event berantai tanpa fungsi rekursif.

Platform termudah untuk mulai membuat game?

Setiap platform akan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tidak masalah kalian pilih platform apa, tapi pilih yang paling kalian kuasai. Tapi pastikan kalian bisa mendemokan game yang pernah kalian buat jika diminta. Misalnya, jika kalian membuat game Android tapi tidak memiliki device Android, kalian akan kesulitan jika diminta mendemokan game kalian.

Apa lagi yang kita butuhkan untuk membuat portfolio game programming?

Jangan lupa membuat screenshot atau video saat game kalian dimainkan dan mencakup semua fitur penting dalam game tersebut. Hal ini penting jika ada kendala dalam menjalankan aplikasi game yang pernah kalian buat. Misalnya kalian pernah membuat game menggunakan motion detection seperti Kinect atau WiiMote, belum tentu studio yang kalian apply bisa langsung menjalankan game tersebut.

Untuk mempermudah akses, kamu bisa membuat portfolio online menggunakan blog, website pribadi, atau via layanan situs khusus portfolio lainnya.

Masih bingung membuat game apa?

Ikuti event game jam atau kompetisi yang memiliki kategori khusus game. Deadline yang jelas akan mendorong kalian menyelesaikan game kalian walaupun tidak sempurna.

Sekarang tutup browser kalian dan mulailah membuat game sekarang!

Seni Membangun Hubungan Baik ala Public Relations Agate Studio


A. Manusia Makhluk Sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu memberi dan menghendaki perhatian. Tanpanya, manusia akan hidup dalam kesunyian dan nestapa. Bahkan, jika kamu adalah penggemar game The Sims, kamu akan melihat sebuah bar yang bernama “social”. Bar tersebut mengindikasikan bahwa karakter Sims yang kita mainkan juga butuh perhatian dari banyak orang dengan cara mengobrol, bercanda, atau bermain. Jika bar tersebut sampai pada titik minimal, maka karakter kita akan menjadi gila.

Begitupun halnya dengan manusia pada kehidupan yang sebenarnya. Selain untuk mendapatkan perhatian, kebutuhan sosial juga dibutuhkan untuk saling menolong. Dalam satu waktu, kita pasti pernah merasakan berada di titik terbawah, di mana kita merasa luruh dan tidak semangat untuk menjalani hidup. Belum lagi jika kita membicarakan musibah yang mungkin pernah menimpa diri kita masing-masing, tentu peran manusia lain, seperti teman, keluarga, dan kekasih sangat dibutuhkan untuk mendongkrak kembali semangat yang melemah.

Karenanya, membangun relasi antara manusia satu dengan manusia yang lain merupakan sebuah proses kehidupan yang sangat penting. Terdapat sebuah peribahasa yang sangat bagus dari seorang motivator yang bernama Charles ‘Tremendous’ Jones untuk mendalami makna makhluk sosial ini: “Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal: orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca.”

B. Seni Berkomunikasi

Pada dasarnya, kemampuan untuk berkomunikasi tidak hanya harus dikuasai oleh orang-orang yang mengambil mata kuliah ilmu komunikasi atau yang bekerja sebagai public relations (humas). Semua orang membutuhkan cara berkomunikasi yang baik; antara direktur dengan pegawai, antara pilot dengan pramugari, antara customer service dengan pelanggan, antara cendekiawan dengan umat, dan lain-lain. Tanpa adanya kemampuan tersebut, maka potensi untuk terjadi kesalahpahaman akan lebih besar.

Oleh karenanya, hari ini Public Relations Agate Studio berkesempatan untuk memberikan beberapa tips untuk mengasah kemampuan komunikasi kita dengan satu sama lain. Mari kita tilik beberapa tips berikut:

1. Belajar berbahasa, yuk!
Inti pada poin ini bukan berarti kita harus mempelajari banyak bahasa asing secara sekaligus. Bukan itu poin utama yang dimaksud, namun lebih kepada penguasaan bahasa sehari-hari, baik itu bahasa baku maupun bahasa non-baku. Bahkan, menguasai slang dalam Bahasa Indonesia juga dapat membantu kita untuk berkomunikasi lebih ‘wah’ ketika berhadapan dengan pihak-pihak tertentu.

2. Mencontek gaya bahasa sosok tertentu
Tidak semua konteks “meniru” selalu buruk. Meniru dalam hal kebaikan merupakan hal yang sah dan bisa kita lakukan untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik. Jika kamu punya tokoh yang mampu menginspirasi kehidupanmu dengan gaya komunikasinya, kamu bisa menjadikan tokoh tersebut sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan komunikasimu. Sebagai contoh, kita bisa meniru gaya bahasa Aa Gym yang terkenal lirih, lembut, namun kata-katanya mampu meresap ke dalam hati pendengar.

3. Perhatikan siapa yang kita hadapi
Dalam prakteknya, kita perlu mempersiapkan beberapa metode komunikasi yang berbeda berdasarkan dari siapa yang kita hadapi. Setiap orang memiliki karakter masing-masing, oleh karenanya kita harus peka terhadap karakter tersebut. Sebagai contoh, ketika kita berhadapan dengan seorang presiden tentu bahasa yang kita bawa harus lebih baku ketimbang dengan teman sebaya. Oleh sebab itu, kenali ‘medan’ komunikasimu. :D

4. Learn to convey excellently
Artinya, belajar untuk menyampaikan sesuatu dengan baik. Menguasai kamus Bahasa Indonesia saja tidak cukup. Menguasai EYD yang baik dan benar saja juga tidak cukup. Praktek di lapangan, kita perlu mengatur intonasi suara, penekanan kata, dan penataan kalimat dengan baik agar orang tergugah dengan apa yang kita sampaikan. Bagi yang merasa kesulitan pada tahap ini, ada tips tambahan untuk mengasah kemampuan tersebut, ini dia:

a) Menulis. Cara ini sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi kita dengan orang lain. Terutama bagi yang sering menulis cerita, maka akan terbiasa membedakan karakter protagonis, antagonis, dan tirtagonis (tokoh netral). Selain itu, penulis biasanya sangat peka dengan bahasa baku dan non-baku, sehingga mereka memahami kapan kedua jenis bahasa itu harus digunakan pada komunikasi langsung (tatap muka).

b) Berpidato singkat. Bagi yang senang berbicara secara langsung (tatap muka), pidato singkat dapat melatih dirimu untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Rekam pidatomu kemudian minta penilaian teman-temanmu, apakah bahasa yang kamu sampaikan sudah terdengar ‘asik’ atau masih terasa ‘radikal’? :D

5. Bedakan debat dengan diskusi
Apa ya bedanya? Diskusi adalah usaha untuk mencari titik temu dari sebuah permasalahan, sedangkan debat adalah usaha untuk memaksakan pendapat masing-masing. Dalam diskusi tidak ada istilah “saya paling benar”, sementara di dalam debat istilah “saya paling benar” justru menjadi topik utamanya. Itulah perbedaan diantara keduanya.
Tetapi, mungkin kita masih mempunyai pertanyaan: “Bagaimana caranya agar kita tidak jatuh ke dalam debat? Bagaimana caranya tidak merasa kesal dengan pendapat yang berlainan?”
Bagi yang sudah penasaran, mari kita lihat tips dari Public Relations Agate Studio untuk menghindari debat dalam sebuah diskusi:

a) Composure. Ketenangan adalah kunci dari sebuah diskusi. Definisi ketenangan di sini adalah ketenangan hati, tetap terkendali meskipun diskusi berlangsung sangat rumit dan terjadi perbenturan opini. Menarik napas dengan teratur adalah cara untuk tetap berada dalam keadaan tenang. Cara lainnya adalah dengan memberi tenggang waktu kepada dirimu sendiri sebelum menyanggah pernyataan orang lain.

b) Stop memaksa. Jika kamu terlibat dalam sebuah diskusi dan harus berbenturan pendapat dengan anggota lain, hal yang harus kamu lakukan adalah tidak memaksakan pendapatmu sendiri. Jika memang pendapatmu tidak digugah oleh anggota diskusi, maka kamu harus mencari solusi lain yang memiliki titik temu antara pendapatmu dengan pendapat orang lain. Memaksakan pendapat di dalam diskusi adalah sumber debat yang justru bisa merusak diskusi itu sendiri.

c) Dengarkan. Ketika anggota diskusimu menyampaikan sebuah opini, maka hargai dan dengarkanlah. Tulis apa yang disampaikan oleh temanmu sebagai bahan acuan untuk mengambil keputusan. Mendengarkan seseorang berbicara sama seperti simbiosis mutualisme, apabila kamu mendengarkan orang berbicara maka orang akan mendengarkan kamu berbicara.

6. Emoticon
Emoticon sudah ada sejak 1841 dan masuk dunia digital pada tahun 1982 (source: wikipedia). Tujuan diciptakannya emoticon adalah sebagai representasi mimik maupun perasaan seseorang ketika menulis. Pada dasarnya, penggunaan emoticon ini hanya sebuah tambahan, tidak wajib. Namun, untuk komunikasi yang semi-formal dan non-formal, penggunaan emoticon ini terbilang cukup berpengaruh karena beberapa orang akan membaca emoticon itu sebagai representasi perasaan si penulis. Untuk penggunaan formal, ada sebagian orang yang menggunakan, ada juga yang tidak. Akan tetapi, jika diimplementasikan pada kenyataan di lapangan, apakah tampak bagus menggunakan emoticon ketika menulis surat kepada jenderal perang misalnya? Kamu yang menentukan. :D

C. Penutup
Itulah tadi sekilas mengenai seni berkomunikasi / seni membangun relasi dengan orang lain versi Public Relations Agate Studio. Jika kamu merasa ada yang kurang di dalam artikel ini, silahkan tambahkan dengan versimu sendiri. Sesungguhnya penulis hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, jadi bisa saja ada kesalahan atau kekurangan di dalam penulisan artikel ini. :D

Atas perhatian teman-teman, penulis ucapkan terima kasih. Semoga artikel ini bermanfaat. Silahkan disebar jika memang memberikan kesan positif bagi teman-teman. Akhir kata, penulis ucapkan have a nice day! Assalaamu’alaykum!

Event Report: Agate Studio pada Tokyo Game Show 2012

Merupakan suatu kehormatan untuk Agate Studio, dipercaya untuk mewakili game developer Indonesia di salah satu ajang game terbesar di dunia Tokyo Game Show 2012. Adapun tujuan kami datang ke Tokyo Game Show 2012 ini adalah untuk menunjukkan kepada praktisi industri game di Jepang dan masyarakat Jepang pada umumnya, bahwa di Indonesia sekarang industri game bertumbuh dengan sangat cepat. Game karya anak Indonesia mempunyai kualitas yang sudah semakin baik, bahkan sudah banyak yang mendunia. Selain itu pula, Agate Studio sebagai sebuah perusahaan yang profesional juga berusaha untuk memperkenalkan tentang perusahaan kami ke para game developer dan publisher di Jepang, untuk semakin membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan mereka ke depannya.

Selain mempunyai booth bersama dengan game developer Indonesia yang lain yaitu Altermyth, Agate Studio diwakili oleh Shieny Aprilia Chief Operating Officer juga dipercaya oleh Nikkei BP, sebagai organizer dari acara Tokyo Game Show ini, untuk menjadi salah satu panelis di Asia Game Business Summit yang merupakan bagian dari acara conference dari TGS ini. Sebagai informasi, inilah pertama kalinya ada panelis dari Indonesia di Asia Game Business Summit.

Di panel discussion ini, selain Agate, ada panelis dari RenRen Games (Cina), NHN Games (Korea Selatan), dan DeNA (Jepang). Topik yang dibahas pada panel discussion ini antara lain tentang tren mobile game dan social game di Asia, bagaimana tren smartphone di masing-masing negara di Asia, dan bagaimana me-maintain human resource untuk mengembangkan bisnis game di masing-masing perusahaan.

Asia Game Business Summit 2012 Panelist: kiri ke kanan: Naoki Asami, Operating Officer, publisher of Nikkei Business moderator, Chuan He, Senior Vice President, Renren Inc. CEO Representative Executive Officer, Renren Games Japan China, Shieny Aprilia Chief Operating Officer Agate Studio Indonesia, Chae Yoo Ra, Director, Smartphone Game Business Operation Division NHN Hangame South Korea, Kenji Kobayashi, Director, DeNA Co., Ltd. Japan

Berada di satu panggung dengan raksasa games di Asia merupakan suatu pengalaman yang sangat menarik dan menyenangkan. Secara tidak langsung hal ini menandakan Indonesia sudah sangat diperhitungkan di peta industri game di Asia. Dan ada hal yang sangat menarik, yaitu tanggapan para penonton yang menyaksikan panel discussion ini. Menurut mereka, penampilan Agate dirasa sangat bersemangat dan menyenangkan. Hal yang membuat banyak orang kembali mengingat bahwa semangat dan passion juga sama pentingnya dengan data dan angka kinerja perusahaan.

Agate juga mendapat kehormatan untuk bersama-sama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Indonesia, Ibu Mari Elka Pangestu, untuk memberikan konferensi pers kepada pers yang mayoritas berasal dari media Jepang.

Kami merasa sangat senang bisa kompak dengan Ibu Menteri dan juga rekan dari Altermyth menceritakan kondisi industri game di Indonesia. Bagaimana kami sangat bersemangat untuk mengembangkan industri game di Indonesia supaya bisa semaju Jepang, dan bagaimana kami sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Jepang untuk misi ini. Kami juga bangga dengan Kementerian Parekraf yang mendukung kami, dan game developer Indonesia yang lain, untuk bersama-sama membangun industri game Indonesia. Bahkan Kementerian Parekraf pun sangat bersemangat untuk membuat event game yang sama hebatnya dengan Tokyo Game Show 2012 di Indonesia.

Ibu Mari Elka Pangestu pada saat press conference di TGS 2012 (kiri) Shieny Aprilia COO Agate Studio pada saat menjadi panelist di Asia Game Business Summit 2012

Di kunjungan kami ke Jepang kali ini, kami juga berkesempatan untuk bertemu dengan banyak game developer dan publisher di Jepang. Secara umum, tanggapan mereka sangat positif terhadap Indonesia. Selain mereka sangat berharap banyak bahwa Indonesia bisa menjadi target market yang sangat penting untuk game creator di Jepang ke depannya, mereka juga melihat bahwa sekarang sudah banyak game creator di Indonesia yang kualitasnya sudah sangat baik. Bahkan bisa disejajarkan dengan kualitas game kelas dunia, sehingga mereka pun sangat terbuka untuk bekerja sama dengan game creator Indonesia

Event Report: Football Saga 2 dan Vindicta Memenangkan Game Developer Awards pada Indonesia Game Show 2012

Kebahagiaan terpancar jelas dari Agate Crew setelah berhasil memenangkan dua kategori Game Developer Awards pada Indonesia Game Show 2012 yang diadakan di Jakarta Convention Center pada 12-14 Oktober 2012. Dua kategori tersebut dimenangkan oleh dua game yang berbeda, yaitu Football Saga 2 yang menjadi juara pertama pada kategori Best Flash Games dan Vindicta yang menjadi runner-up pada kategori Best 3D Games.

Dua Piala Game Developer Award yang Diraih Agate Studio

Perasaan gembira itu tidak hanya dirasakan oleh Agate Crew saja, tetapi juga dirasakan oleh setiap orang yang mengunjungi booth Agate Studio. Salah satu bentuk kegembiraan itu bisa dirasakan oleh para legend Football Saga 2 yang berkunjung ke booth Agate Studio. Selain dapat berfoto bersama dengan Agate Studio, mereka juga berhak mendapatkan Legendary Gift Card yang berisi stars, yakni mata uang pada permainan Football Saga 2.

Tidak berhenti sampai di sana, para legend yang datang selama Indonesia Game Show 2012 berlangsung juga berhak mendapatkan beberapa voucher stars dengan nilai yang berbeda. Dengan begitu, mereka akan kebanjiran stars pada Football Saga 2. Dan itu berarti mereka dapat membeli item-item tertentu yang tidak mudah untuk didapatkan pada Football Saga 2.

Para Legend Football Saga 2 Berfoto Bersama pada Booth Agate Studio

Di samping itu, sebuah kejutan datang kepada Andrew Pratomo Budianto selaku Chief Marketing Officer Agate Studio karena diajak Tina Toon untuk naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama. Hal itu tentu merupakan hal yang cukup langka karena kita bisa lebih dekat dengan artis dalam negeri, bahkan diajak untuk bernanyi bersama. Setidaknya hal tersebut menjadi prestasi yang tidak formal. :D

Andrew dan Dave Berada di Panggung Bersama Tina n Friends

« Older Entries Recent Entries »