Seni Membangun Hubungan Baik ala Public Relations Agate Studio


A. Manusia Makhluk Sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu memberi dan menghendaki perhatian. Tanpanya, manusia akan hidup dalam kesunyian dan nestapa. Bahkan, jika kamu adalah penggemar game The Sims, kamu akan melihat sebuah bar yang bernama “social”. Bar tersebut mengindikasikan bahwa karakter Sims yang kita mainkan juga butuh perhatian dari banyak orang dengan cara mengobrol, bercanda, atau bermain. Jika bar tersebut sampai pada titik minimal, maka karakter kita akan menjadi gila.

Begitupun halnya dengan manusia pada kehidupan yang sebenarnya. Selain untuk mendapatkan perhatian, kebutuhan sosial juga dibutuhkan untuk saling menolong. Dalam satu waktu, kita pasti pernah merasakan berada di titik terbawah, di mana kita merasa luruh dan tidak semangat untuk menjalani hidup. Belum lagi jika kita membicarakan musibah yang mungkin pernah menimpa diri kita masing-masing, tentu peran manusia lain, seperti teman, keluarga, dan kekasih sangat dibutuhkan untuk mendongkrak kembali semangat yang melemah.

Karenanya, membangun relasi antara manusia satu dengan manusia yang lain merupakan sebuah proses kehidupan yang sangat penting. Terdapat sebuah peribahasa yang sangat bagus dari seorang motivator yang bernama Charles ‘Tremendous’ Jones untuk mendalami makna makhluk sosial ini: “Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal: orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca.”

B. Seni Berkomunikasi

Pada dasarnya, kemampuan untuk berkomunikasi tidak hanya harus dikuasai oleh orang-orang yang mengambil mata kuliah ilmu komunikasi atau yang bekerja sebagai public relations (humas). Semua orang membutuhkan cara berkomunikasi yang baik; antara direktur dengan pegawai, antara pilot dengan pramugari, antara customer service dengan pelanggan, antara cendekiawan dengan umat, dan lain-lain. Tanpa adanya kemampuan tersebut, maka potensi untuk terjadi kesalahpahaman akan lebih besar.

Oleh karenanya, hari ini Public Relations Agate Studio berkesempatan untuk memberikan beberapa tips untuk mengasah kemampuan komunikasi kita dengan satu sama lain. Mari kita tilik beberapa tips berikut:

1. Belajar berbahasa, yuk!
Inti pada poin ini bukan berarti kita harus mempelajari banyak bahasa asing secara sekaligus. Bukan itu poin utama yang dimaksud, namun lebih kepada penguasaan bahasa sehari-hari, baik itu bahasa baku maupun bahasa non-baku. Bahkan, menguasai slang dalam Bahasa Indonesia juga dapat membantu kita untuk berkomunikasi lebih ‘wah’ ketika berhadapan dengan pihak-pihak tertentu.

2. Mencontek gaya bahasa sosok tertentu
Tidak semua konteks “meniru” selalu buruk. Meniru dalam hal kebaikan merupakan hal yang sah dan bisa kita lakukan untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik. Jika kamu punya tokoh yang mampu menginspirasi kehidupanmu dengan gaya komunikasinya, kamu bisa menjadikan tokoh tersebut sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan komunikasimu. Sebagai contoh, kita bisa meniru gaya bahasa Aa Gym yang terkenal lirih, lembut, namun kata-katanya mampu meresap ke dalam hati pendengar.

3. Perhatikan siapa yang kita hadapi
Dalam prakteknya, kita perlu mempersiapkan beberapa metode komunikasi yang berbeda berdasarkan dari siapa yang kita hadapi. Setiap orang memiliki karakter masing-masing, oleh karenanya kita harus peka terhadap karakter tersebut. Sebagai contoh, ketika kita berhadapan dengan seorang presiden tentu bahasa yang kita bawa harus lebih baku ketimbang dengan teman sebaya. Oleh sebab itu, kenali ‘medan’ komunikasimu. :D

4. Learn to convey excellently
Artinya, belajar untuk menyampaikan sesuatu dengan baik. Menguasai kamus Bahasa Indonesia saja tidak cukup. Menguasai EYD yang baik dan benar saja juga tidak cukup. Praktek di lapangan, kita perlu mengatur intonasi suara, penekanan kata, dan penataan kalimat dengan baik agar orang tergugah dengan apa yang kita sampaikan. Bagi yang merasa kesulitan pada tahap ini, ada tips tambahan untuk mengasah kemampuan tersebut, ini dia:

a) Menulis. Cara ini sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi kita dengan orang lain. Terutama bagi yang sering menulis cerita, maka akan terbiasa membedakan karakter protagonis, antagonis, dan tirtagonis (tokoh netral). Selain itu, penulis biasanya sangat peka dengan bahasa baku dan non-baku, sehingga mereka memahami kapan kedua jenis bahasa itu harus digunakan pada komunikasi langsung (tatap muka).

b) Berpidato singkat. Bagi yang senang berbicara secara langsung (tatap muka), pidato singkat dapat melatih dirimu untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Rekam pidatomu kemudian minta penilaian teman-temanmu, apakah bahasa yang kamu sampaikan sudah terdengar ‘asik’ atau masih terasa ‘radikal’? :D

5. Bedakan debat dengan diskusi
Apa ya bedanya? Diskusi adalah usaha untuk mencari titik temu dari sebuah permasalahan, sedangkan debat adalah usaha untuk memaksakan pendapat masing-masing. Dalam diskusi tidak ada istilah “saya paling benar”, sementara di dalam debat istilah “saya paling benar” justru menjadi topik utamanya. Itulah perbedaan diantara keduanya.
Tetapi, mungkin kita masih mempunyai pertanyaan: “Bagaimana caranya agar kita tidak jatuh ke dalam debat? Bagaimana caranya tidak merasa kesal dengan pendapat yang berlainan?”
Bagi yang sudah penasaran, mari kita lihat tips dari Public Relations Agate Studio untuk menghindari debat dalam sebuah diskusi:

a) Composure. Ketenangan adalah kunci dari sebuah diskusi. Definisi ketenangan di sini adalah ketenangan hati, tetap terkendali meskipun diskusi berlangsung sangat rumit dan terjadi perbenturan opini. Menarik napas dengan teratur adalah cara untuk tetap berada dalam keadaan tenang. Cara lainnya adalah dengan memberi tenggang waktu kepada dirimu sendiri sebelum menyanggah pernyataan orang lain.

b) Stop memaksa. Jika kamu terlibat dalam sebuah diskusi dan harus berbenturan pendapat dengan anggota lain, hal yang harus kamu lakukan adalah tidak memaksakan pendapatmu sendiri. Jika memang pendapatmu tidak digugah oleh anggota diskusi, maka kamu harus mencari solusi lain yang memiliki titik temu antara pendapatmu dengan pendapat orang lain. Memaksakan pendapat di dalam diskusi adalah sumber debat yang justru bisa merusak diskusi itu sendiri.

c) Dengarkan. Ketika anggota diskusimu menyampaikan sebuah opini, maka hargai dan dengarkanlah. Tulis apa yang disampaikan oleh temanmu sebagai bahan acuan untuk mengambil keputusan. Mendengarkan seseorang berbicara sama seperti simbiosis mutualisme, apabila kamu mendengarkan orang berbicara maka orang akan mendengarkan kamu berbicara.

6. Emoticon
Emoticon sudah ada sejak 1841 dan masuk dunia digital pada tahun 1982 (source: wikipedia). Tujuan diciptakannya emoticon adalah sebagai representasi mimik maupun perasaan seseorang ketika menulis. Pada dasarnya, penggunaan emoticon ini hanya sebuah tambahan, tidak wajib. Namun, untuk komunikasi yang semi-formal dan non-formal, penggunaan emoticon ini terbilang cukup berpengaruh karena beberapa orang akan membaca emoticon itu sebagai representasi perasaan si penulis. Untuk penggunaan formal, ada sebagian orang yang menggunakan, ada juga yang tidak. Akan tetapi, jika diimplementasikan pada kenyataan di lapangan, apakah tampak bagus menggunakan emoticon ketika menulis surat kepada jenderal perang misalnya? Kamu yang menentukan. :D

C. Penutup
Itulah tadi sekilas mengenai seni berkomunikasi / seni membangun relasi dengan orang lain versi Public Relations Agate Studio. Jika kamu merasa ada yang kurang di dalam artikel ini, silahkan tambahkan dengan versimu sendiri. Sesungguhnya penulis hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, jadi bisa saja ada kesalahan atau kekurangan di dalam penulisan artikel ini. :D

Atas perhatian teman-teman, penulis ucapkan terima kasih. Semoga artikel ini bermanfaat. Silahkan disebar jika memang memberikan kesan positif bagi teman-teman. Akhir kata, penulis ucapkan have a nice day! Assalaamu’alaykum!

Event Report: Agate Studio pada Tokyo Game Show 2012

Merupakan suatu kehormatan untuk Agate Studio, dipercaya untuk mewakili game developer Indonesia di salah satu ajang game terbesar di dunia Tokyo Game Show 2012. Adapun tujuan kami datang ke Tokyo Game Show 2012 ini adalah untuk menunjukkan kepada praktisi industri game di Jepang dan masyarakat Jepang pada umumnya, bahwa di Indonesia sekarang industri game bertumbuh dengan sangat cepat. Game karya anak Indonesia mempunyai kualitas yang sudah semakin baik, bahkan sudah banyak yang mendunia. Selain itu pula, Agate Studio sebagai sebuah perusahaan yang profesional juga berusaha untuk memperkenalkan tentang perusahaan kami ke para game developer dan publisher di Jepang, untuk semakin membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan mereka ke depannya.

Selain mempunyai booth bersama dengan game developer Indonesia yang lain yaitu Altermyth, Agate Studio diwakili oleh Shieny Aprilia Chief Operating Officer juga dipercaya oleh Nikkei BP, sebagai organizer dari acara Tokyo Game Show ini, untuk menjadi salah satu panelis di Asia Game Business Summit yang merupakan bagian dari acara conference dari TGS ini. Sebagai informasi, inilah pertama kalinya ada panelis dari Indonesia di Asia Game Business Summit.

Di panel discussion ini, selain Agate, ada panelis dari RenRen Games (Cina), NHN Games (Korea Selatan), dan DeNA (Jepang). Topik yang dibahas pada panel discussion ini antara lain tentang tren mobile game dan social game di Asia, bagaimana tren smartphone di masing-masing negara di Asia, dan bagaimana me-maintain human resource untuk mengembangkan bisnis game di masing-masing perusahaan.

Asia Game Business Summit 2012 Panelist: kiri ke kanan: Naoki Asami, Operating Officer, publisher of Nikkei Business moderator, Chuan He, Senior Vice President, Renren Inc. CEO Representative Executive Officer, Renren Games Japan China, Shieny Aprilia Chief Operating Officer Agate Studio Indonesia, Chae Yoo Ra, Director, Smartphone Game Business Operation Division NHN Hangame South Korea, Kenji Kobayashi, Director, DeNA Co., Ltd. Japan

Berada di satu panggung dengan raksasa games di Asia merupakan suatu pengalaman yang sangat menarik dan menyenangkan. Secara tidak langsung hal ini menandakan Indonesia sudah sangat diperhitungkan di peta industri game di Asia. Dan ada hal yang sangat menarik, yaitu tanggapan para penonton yang menyaksikan panel discussion ini. Menurut mereka, penampilan Agate dirasa sangat bersemangat dan menyenangkan. Hal yang membuat banyak orang kembali mengingat bahwa semangat dan passion juga sama pentingnya dengan data dan angka kinerja perusahaan.

Agate juga mendapat kehormatan untuk bersama-sama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Indonesia, Ibu Mari Elka Pangestu, untuk memberikan konferensi pers kepada pers yang mayoritas berasal dari media Jepang.

Kami merasa sangat senang bisa kompak dengan Ibu Menteri dan juga rekan dari Altermyth menceritakan kondisi industri game di Indonesia. Bagaimana kami sangat bersemangat untuk mengembangkan industri game di Indonesia supaya bisa semaju Jepang, dan bagaimana kami sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Jepang untuk misi ini. Kami juga bangga dengan Kementerian Parekraf yang mendukung kami, dan game developer Indonesia yang lain, untuk bersama-sama membangun industri game Indonesia. Bahkan Kementerian Parekraf pun sangat bersemangat untuk membuat event game yang sama hebatnya dengan Tokyo Game Show 2012 di Indonesia.

Ibu Mari Elka Pangestu pada saat press conference di TGS 2012 (kiri) Shieny Aprilia COO Agate Studio pada saat menjadi panelist di Asia Game Business Summit 2012

Di kunjungan kami ke Jepang kali ini, kami juga berkesempatan untuk bertemu dengan banyak game developer dan publisher di Jepang. Secara umum, tanggapan mereka sangat positif terhadap Indonesia. Selain mereka sangat berharap banyak bahwa Indonesia bisa menjadi target market yang sangat penting untuk game creator di Jepang ke depannya, mereka juga melihat bahwa sekarang sudah banyak game creator di Indonesia yang kualitasnya sudah sangat baik. Bahkan bisa disejajarkan dengan kualitas game kelas dunia, sehingga mereka pun sangat terbuka untuk bekerja sama dengan game creator Indonesia

Event Report: Football Saga 2 dan Vindicta Memenangkan Game Developer Awards pada Indonesia Game Show 2012

Kebahagiaan terpancar jelas dari Agate Crew setelah berhasil memenangkan dua kategori Game Developer Awards pada Indonesia Game Show 2012 yang diadakan di Jakarta Convention Center pada 12-14 Oktober 2012. Dua kategori tersebut dimenangkan oleh dua game yang berbeda, yaitu Football Saga 2 yang menjadi juara pertama pada kategori Best Flash Games dan Vindicta yang menjadi runner-up pada kategori Best 3D Games.

Dua Piala Game Developer Award yang Diraih Agate Studio

Perasaan gembira itu tidak hanya dirasakan oleh Agate Crew saja, tetapi juga dirasakan oleh setiap orang yang mengunjungi booth Agate Studio. Salah satu bentuk kegembiraan itu bisa dirasakan oleh para legend Football Saga 2 yang berkunjung ke booth Agate Studio. Selain dapat berfoto bersama dengan Agate Studio, mereka juga berhak mendapatkan Legendary Gift Card yang berisi stars, yakni mata uang pada permainan Football Saga 2.

Tidak berhenti sampai di sana, para legend yang datang selama Indonesia Game Show 2012 berlangsung juga berhak mendapatkan beberapa voucher stars dengan nilai yang berbeda. Dengan begitu, mereka akan kebanjiran stars pada Football Saga 2. Dan itu berarti mereka dapat membeli item-item tertentu yang tidak mudah untuk didapatkan pada Football Saga 2.

Para Legend Football Saga 2 Berfoto Bersama pada Booth Agate Studio

Di samping itu, sebuah kejutan datang kepada Andrew Pratomo Budianto selaku Chief Marketing Officer Agate Studio karena diajak Tina Toon untuk naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama. Hal itu tentu merupakan hal yang cukup langka karena kita bisa lebih dekat dengan artis dalam negeri, bahkan diajak untuk bernanyi bersama. Setidaknya hal tersebut menjadi prestasi yang tidak formal. :D

Andrew dan Dave Berada di Panggung Bersama Tina n Friends

Event Report: Bandung Online Expo 2012

Berbagi Ilmu dan Kebahagiaan bersama Agate Studio

Pada 28-30 September 2012 lalu, Agate Studio turut berpartisipasi pada Bandung Online Expo yang diselenggarakan di Graha Manggala Siliwangi yang bertujuan untuk memperkenalkan industri internet, e-commerce dan aplikasi Mobile.

Pada kesempatan tersebut, Agate Studio hadir untuk memperkenalkan perkembangan industri game online buatan lokal. Sebut saja Football Saga 2 game online buatan Agate Studio lanjutan dari Football Saga pertama yang telah mencapai 100.000 lebih pemain. Dengan adanya perkembangan tersebut diharapkan akan menumbuhkan semangat anak bangsa untuk membuat produk online lokal yang tidak kalah bagus dengan produk luar negeri.

Selain dapat bermain game buatan Agate Studio, para pengunjung juga dapat belajar membuat game sambil bermain game. Tanpa disangka ternyata anak-anak yang berkunjung ke pameran bersama keluarganya memiliki antusiasme yang tinggi untuk mengikuti tutorial pembuatan game menggunakan aplikasi Kodu Game Labs.

Pada tutorial pembuatan game, anak-anak diberi kesempatan untuk mengembangkan game-nya sendiri sambil terus dibantu oleh tim Agate Academy.

Di samping itu, orangtua yang hadir pada tutorial tersebut juga dapat mengajarkan anak-anaknya di rumah dengan DVD tutorial gratis yang telah disediakan. Selain itu, bagi pengunjung yang ingin belajar membuat game lebih serius dapat mempelajarinya di buku “Membuat Game J2ME untuk Pemula” yang juga dibagikan secara gratis pada saat acara.

Kebahagiaan terpancar dari para pengunjung yang bergaya bersama karakter games dari Agate di photobooth yang disediakan gratis oleh Agate. Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun juga terlihat senang berfoto bersama karakter games Agate mulai dari Urban Fat Burner, Monster League, Pak Walikota di Shopping Paradise, dan Mla Chan maskot Agate Studio.

Hal ini sejalan dengan visi Agate Studio yang ingin membuat dunia lebih bahagia, dimulai dari pengunjung booth Agate Studio :)

Event Report: Pesta Rakyat Jawa Barat 2012

Agate turut berkolaborasi dalam Video Mapping karya SembilanMatahari

Pada tanggal 15 September 2012 lalu, Agate Studio diundang untuk berpartisipasi pada Pesta Rakyat Jawa Barat yang diselenggarakan di Gedung Sate, Bandung. Pesta Rakyat ini memiliki visi untuk membentuk masyarakat Jawa Barat yang mandiri, dinamis, dan sejahtera. Sesuai dengan visi tersebut, Agate Studio mencoba memperkenalkan perkembangan industri game di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Agate hadir pada sebuah booth yang telah disediakan oleh panitia Pesta Rakyat dan memperkenalkan games Agate melalui pemutaran trailer games. Selain itu mereka juga dapat mencoba games-games buatan Agate. Anak-anak ini contohnya, mereka tampak gembira setelah mencoba beberapa game Agate yang dipamerkan.

Anak-Anak Terlihat Antusias Mencoba Games dari Agate Studio

Begitupun dengan beberapa pengunjung lainnya, mereka dengan antusias bertanya mengenai perkembangan Agate hingga saat ini. Ada juga yang baru tau bahwa Indonesia juga bisa membuat game. Ohya kebanyakan pengunjung wanita berkomentar “lucu” sewaktu lihat sekumpulan boneka dan mug mlachan yang dipajang di meja :D

Salah Satu Pengunjung Booth Agate Studio

Boneka Mla-Chan yang Sangat Menggemaskan

Malam hari yang merupakan puncak acara, digelar Video Mapping hasil karya kolaborasi 9 Matahari bersama dengan kolaborator2 lainnya salah satunya Agate. Video Mapping ini dimulai pukul 19.20 setelah Bapak Gubernur resmi menutup acara. Sebagai pembuka, dimunculkan sebuah mapping games adu penalti yang disupport oleh tim Football Saga 2 dimana semua orang berlomba-lomba memberikan tweetnya demi mendukung kubu tertentu.

Kubu yang didukung ialah kubu Persib dengan memberikan tweet dengan memakai hashtag #GedungSate dan #Jabar sedangkan bagi mereka yang mendukung Barudak Bandung dapat memberikan tweet dengan hashtag #VideoMapping #GedungSate. Bagi yang pendukungnya lebih banyak maka akan berhasil menggolkan gawang lawannya. Ohya tweet para pendukung muncul di Gedung sate dan dibaca ribuan penonton loh, bisa jadi ajang nembak cewek juga tuh #eh.

Kekompakan barudak Bandung terbukti dengan hasil pertandingan yang ternyata dimenangkan oleh kubu Barudak Bandung dengan score 2-1. Barulah pada pukul 20.00 dimulai Video Mapping 2nd Strike hasil karya SembilanMatahari. Ribuan penonton pun terpukau melihat Bangunan Kantor Gubernur Jawa Barat disulap menjadi karya yang indah dengan sorotan video dan lasernya. Acarapun diselingi dengan penembakan kembang api yang berlangsung selama hampir 20 menit! Bayangkan berapa banyak jumlah kembang apinya ya? XD

Senang sekali rasanya Agate Studio bisa turut memeriahkan ulang tahun Jawa Barat yang ke 67. Terima kasih banyak kepada SembilanMatahari yang memberikan kesempatan yang keren untuk ikut serta dalam Video Mappingnya. Selamat ulang tahun Jawa Barat, semoga semakin maju dan mendukung kami industri kreatif untuk selalu berkembang :)

« Older Entries Recent Entries »